Karantina Lampung Catat Penambahan Eksportir Baru Palm Kernel Expeller
- 03 Jul 2026 19:02 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung kembali mencatat penambahan eksportir baru komoditas Palm Kernel Expeller (PKE).
Sebanyak 14 ribu ton PKE senilai sekitar Rp20 miliar diberangkatkan ke Selandia Baru setelah memenuhi seluruh persyaratan ekspor dan standar negara tujuan.
Kepala Balai Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan hadirnya eksportir baru menunjukkan semakin terbukanya peluang komoditas perkebunan Lampung di pasar internasional. Menurutnya, sistem sertifikasi dan pengawasan karantina turut mendukung pelaku usaha dalam memperluas akses ekspor.
"Ekspor ini menjadi bukti bahwa komoditas asal Lampung memiliki daya saing di pasar internasional. Karantina berkomitmen mengawal setiap proses ekspor agar memenuhi persyaratan negara tujuan," kata Donni, Jumat, 3 Juli 2026.
Dia menjelaskan, Palm Kernel Expeller merupakan produk samping industri kelapa sawit yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak. Selandia Baru menjadi salah satu pasar potensial karena tingginya kebutuhan PKE untuk pakan sapi perah dan sapi potong.
Donni menyebut kinerja ekspor PKE dari Lampung terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan frekuensi ekspor dan volume pengiriman mencerminkan tingginya permintaan global terhadap produk turunan kelapa sawit tersebut.
Dalam setiap proses ekspor, Karantina Lampung melakukan pemeriksaan, pengawasan, dan sertifikasi kesehatan tumbuhan melalui penerbitan Phytosanitary Certificate. "Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan komoditas memenuhi standar internasional dan persyaratan negara tujuan," ujarnya.
Dia berharap bertambahnya eksportir baru dapat mendorong pelaku usaha lain di Lampung untuk menembus pasar global. Dengan dukungan sistem karantina yang andal, komoditas perkebunan Lampung diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap devisa negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....