Aktivitas Jual Beli Ternak Picu Risiko Penyebaran PMK

  • 25 Apr 2026 13:59 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan — Peningkatan aktivitas jual beli ternak memperbesar risiko penyebaran penyakit mulut dan kuku. Mobilitas hewan yang tinggi menjadi faktor utama penularan. Kondisi ini perlu diwaspadai menjelang periode perdagangan ternak meningkat, Sabtu, 25 April 2026.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Way Kanan, Anik Eko Budiati, menegaskan penularan PMK berlangsung sangat cepat. Penularan dapat terjadi melalui liur, udara, dan sentuhan langsung. Risiko meningkat saat hewan sering berpindah lokasi.

“Ketika aktivitas jual beli meningkat, risiko penyebaran juga ikut meningkat,” ujarnya. "Mobilitas ternak mempercepat perpindahan virus antarlokasi. Situasi ini memerlukan pengawasan lebih ketat di lapangan."

Banyaknya pos dan tenda penjualan ternak turut memperbesar potensi penularan. Tempat penampungan sementara mempertemukan hewan dari berbagai daerah. Kondisi tersebut memudahkan virus menyebar tanpa disadari.

Menurutnya, kepadatan ternak di satu lokasi menjadi celah penularan. Interaksi antarhewan sulit dihindari saat proses transaksi berlangsung. Faktor ini menjadi perhatian serius dinas terkait.

“PMK menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi peternak,” katanya. "Dampak kerugian muncul ketika ternak sakit tidak layak dijual. Harga jual pun turun akibat kondisi kesehatan hewan."

Ia mengingatkan peternak lebih waspada saat membawa ternak ke lokasi penjualan. Pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat sangat dianjurkan. Langkah ini penting untuk menekan risiko penularan.

Pengawasan di titik penjualan juga perlu ditingkatkan bersama. Edukasi kepada pedagang dan peternak harus terus dilakukan. Upaya kolektif diharapkan mampu mencegah penyebaran PMK lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....