Penyebaran PMK Ancam Kesehatan Ternak dan Pendapatan Peternak
- 25 Apr 2026 13:56 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan — Penyakit mulut dan kuku berpotensi mengganggu sektor peternakan secara luas. Dampaknya dirasakan langsung pada kesehatan ternak dan pendapatan peternak. Ancaman ini perlu diwaspadai oleh seluruh pelaku usaha ternak, Sabtu, 25 April 2026.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Way Kanan, Anik Eko Budiati, menjelaskan karakteristik penyakit tersebut. PMK menyerang hewan ruminansia atau ternak berkuku belah. Gejalanya mudah dikenali dari kondisi fisik hewan.
“PMK ditandai demam tinggi serta luka di mulut disertai mulut berbusa,” ujarnya."Kuku hewan juga dapat mengalami luka cukup parah. Kondisi ini membuat ternak sulit beraktivitas normal."
Saat demam, ternak kehilangan nafsu makan secara drastis. Penurunan asupan pakan menyebabkan berat badan turun signifikan. Kesehatan ternak pun semakin memburuk dalam waktu singkat.
Akibat kondisi tersebut, nilai jual ternak ikut menurun. Peternak merugi karena sapi yang sakit tidak layak dipasarkan. Kerugian ekonomi dirasakan langsung oleh pemilik ternak.
“Jika PMK mewabah di suatu daerah, penghasilan peternak pasti terdampak,” katanya. "Sapi sehat yang bisa dijual menjadi sangat terbatas. Situasi ini memperparah kondisi ekonomi peternak."
Menurutnya, kewaspadaan dan pencegahan perlu ditingkatkan bersama. Pemeriksaan kesehatan ternak harus rutin dilakukan oleh peternak. Langkah cepat diharapkan mampu menekan penyebaran PMK.
Ia juga mengimbau peternak segera melapor jika menemukan gejala serupa. Penanganan dini akan membantu mencegah penularan lebih luas. Upaya bersama diperlukan untuk menjaga sektor peternakan tetap stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....