Petani Banjit Tolak Pompa, Minta Irigasi Primer Diperbaiki

  • 08 Apr 2026 15:16 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Petani di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan belum bersedia menerima bantuan pompa air dari pemerintah. Mereka menilai solusi tersebut belum menjawab persoalan utama pengairan sawah.

Penyuluh Pertanian Way Kanan, Galuh Eska Mulyanto, menyampaikan penolakan terjadi saat tim menawarkan pompa dangkal dan pompa dalam. Petani mempertimbangkan kemampuan pompa terhadap kondisi lahan setempat.

“Ditawarkan pompa sumur dangkal dan dalam, petani belum mau menerima. Mereka mempertanyakan kemampuan pompa di tanah Banjit,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.

Menurutnya, karakter tanah di Banjit berbeda dengan wilayah lain. Air dari pompa dikhawatirkan cepat meresap dan menyebar tanpa tertampung optimal.

“Tanah di Banjit ini berbeda. Ketika dibuat pompa, air akan meresap ke dalam dan menyebar,” katanya.

Kondisi topografi yang berbukit juga menjadi pertimbangan petani. Permukaan tanah yang tidak rata menyulitkan distribusi air dari pompa.

“Kontur tanahnya berbukit-bukit, jadi tidak semudah itu menggunakan pompa. Topografi sangat mempengaruhi efektivitas air,” ucapnya.

Petani menilai solusi paling tepat adalah perbaikan irigasi primer. Mereka ingin jalur utama air diperbaiki sebelum diminta menanam padi kembali.

“Permintaan petani jelas, irigasi primer diperbaiki dulu. Kalau air sudah terjamin, mereka siap tanam," ucapnya, menambahkan.

Kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya pemenuhan target tanam padi di Way Kanan. Jaminan ketersediaan air dinilai menjadi kunci keberhasilan musim tanam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....