Banjir dan Longsor Terjadi di Sejumlah Wilayah Way Kanan
- 03 Feb 2026 06:11 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Intensitas hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut pada 1-2 Februari 2026 mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Way Kanan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan puluhan rumah, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur irigasi terdampak akibat luapan sungai besar di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Way Kanan, Sufrianto, mengatakan banjir salah satunya menggenangi permukiman warga di Kampung Negeri Agung, Kecamatan Negeri Agung.
Tercatat sedikitnya 16 rumah warga dan satu unit Gedung Taman Kanak-kanak (TK) terendam air.
“Alhamdulillah, kondisi banjir saat ini sudah mulai surut. Namun, pemantauan terus kami lakukan secara intensif,” kata Sufrianto, Selasa, 3 Februari 2026.
Selain permukiman, sejumlah ruas jalan kabupaten yang menghubungkan antar-kampung di Kecamatan Negeri Agung sempat terisolasi.
Kondisi serupa terjadi di Jembatan Way Neki, Kecamatan Baradatu, yang terendam genangan air cukup tinggi.
Luapan Sungai Way Besay dan Sungai Way Umpu juga merendam lahan perladangan milik masyarakat di empat kecamatan sekaligus, yakni, Kecamatan Banjit, Kecamatan Kasui, Kecamatan Blambangan Umpu, Kecamatan Umpu Semenguk.
Sementara itu, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Kampung Bali Sadhar Tengah. Meski tidak ada laporan korban jiwa, material longsor menyebabkan kerusakan serius pada saluran irigasi warga.
Menanggapi situasi ini, BPBD Way Kanan bersama personel TNI-Polri, Pemerintah Kampung, dan relawan organisasi kemasyarakatan telah bersiaga di lokasi-lokasi terdampak.
Tim gabungan melakukan pengamanan wilayah serta menyiapkan skenario evakuasi darurat jika debit air kembali meningkat.
“Kami sudah turun langsung ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga dan memetakan kebutuhan mendesak di titik-titik pengungsian sementara,” jelas Sufrianto.
Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan curah hujan di Way Kanan masih cukup tinggi, pemerintah daerah mengeluarkan peringatan keras bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai besar.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Way Umpu, Way Besay, dan Sungai Way Kanan, untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar sungai,” ucapnya.
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan kebencanaan melalui kanal BPBD atau BMKG, serta segera melapor kepada petugas setempat jika terjadi kondisi darurat.
“Kami berharap cuaca segera membaik agar aktivitas masyarakat kembali normal dan tidak ada bencana susulan yang membahayakan,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....