Kekerasan Guru di Jambi Jadi Sorotan Tokoh Waykanan
- 22 Jan 2026 10:50 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Kasus pengeroyokan terhadap seorang guru Bahasa Inggris oleh sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, yang viral di media sosial, menuai keprihatinan berbagai pihak.
Anggota Bidang Pendidikan dan SDM ICMI Orda Way Kanan, Aan Frimadona Roza, mengatakan peristiwa tersebut mencederai marwah dunia pendidikan dan harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
“Sekolah sejatinya adalah ruang aman untuk menanamkan nilai kemanusiaan, etika, dan peradaban. Ketika guru justru menjadi korban kekerasan, maka yang terluka bukan hanya individu, tetapi juga martabat pendidikan itu sendiri,” kata Aan, Kamis, 22 Januari 2026.
Menurutnya, kejadian tersebut perlu menjadi momentum refleksi bersama terkait pembinaan karakter peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Ia menilai, pendidikan nilai, disiplin, dan penghormatan terhadap guru harus ditanamkan secara konsisten, disertai komunikasi yang sehat antara guru, siswa, orang tua, dan pihak sekolah.
Dia menambahkan, perilaku kekerasan tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dapat dipicu oleh akumulasi emosi, lemahnya pengelolaan konflik, minimnya keteladanan, serta penegakan tata tertib yang kurang berkeadilan.
| Baca juga: Guru Penggerak Didorong Jadi Agen Perubahan |
“Penyelesaian damai tidak boleh dimaknai sebagai akhir persoalan, tetapi menjadi titik awal untuk melakukan pembenahan sistem pendidikan,” jelasnya.
Ia menyatakan pendidikan tidak boleh kalah oleh kekerasan, sehingga sekolah harus kembali menjadi ruang yang menjunjung adab, dialog, serta pembinaan yang tegas namun manusiawi.
Ia menilai, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari karakter dan perilaku peserta didik sebagai penentu masa depan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....