Kenyang Tapi Kurang Gizi
- 05 Feb 2026 06:26 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan:"Kenyang tapi kurang gizi" adalah kondisi di mana seseorang merasa cukup kenyang setelah makan, tetapi tubuh tidak mendapatkan jumlah dan jenis zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuh yang optimal. Dikutip dari laman Kemenkes RI Kondisi ini juga dikenal sebagai malnutrisi tersembunyi atau gizi buruk energi cukup, dan semakin menjadi perhatian utama di banyak negara, termasuk Indonesia.
Penyebab Utama Fenomena Ini
- Pola Makan Tidak Seimbang: Kebanyakan makanan yang dikonsumsi adalah karbohidrat sederhana seperti nasi, mi instan, atau roti tawar, dengan sedikit atau tanpa tambahan sayuran, buah, protein hewani atau nabati, serta lemak sehat. Makanan cepat saji dan makanan olahan juga seringkali tinggi kalori tapi rendah zat gizi esensial.
- Kurangnya Pengetahuan Gizi: Banyak orang mengira bahwa makan sampai kenyang sudah cukup, tanpa menyadari pentingnya variasi makanan dan kandungan gizi yang terkandung di dalamnya.
| Baca juga: Kunci Lansia Tetap Sehat |
- Keterbatasan Akses dan Biaya: Makanan yang kaya gizi seperti sayuran segar, buah, daging, ikan, atau kacang-kacangan seringkali lebih mahal atau sulit diakses di beberapa daerah, membuat masyarakat lebih memilih makanan murah yang mengenyangkan tapi kurang bernutrisi.
- Pengaruh Budaya dan Gaya Hidup: Beberapa kebiasaan makan tradisional atau gaya hidup sibuk membuat orang lebih memilih makanan praktis yang tidak selalu sehat dan bergizi.
Dampak pada Kesehatan
- Pada Anak-anak: Menyebabkan pertumbuhan terhambat (pendek atau kurus meskipun sudah makan cukup), daya tahan tubuh menurun sehingga mudah sakit, dan prestasi belajar menurun karena otak tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
- Pada Dewasa: Menyebabkan kelelahan kronis, masalah sistem kekebalan tubuh, risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit jantung meningkat, serta pada ibu hamil dapat menyebabkan masalah pada perkembangan janin dan komplikasi saat melahirkan.
- Jangka Panjang: Dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius di masa depan dan mengurangi kualitas hidup secara keseluruhan.
Cara Mengatasi dan Mencegahnya
- Pilih Makanan Beragam dan Seimbang: Pastikan setiap hidangan terdiri dari karbohidrat kompleks (seperti beras merah, jagung, atau ubi jalar), protein (daging, ikan, telur, tahu, tempe), sayuran, dan buah.
- Batasi Konsumsi Makanan Olahan dan Cepat Saji: Hindari makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak jenuh yang rendah zat gizi.
- Tingkatkan Pengetahuan Gizi: Ikuti pendidikan atau informasi tentang gizi yang benar dari sumber terpercaya seperti ahli gizi, dokter, atau lembaga kesehatan resmi.
- Dukungan dari Pemerintah dan Masyarakat: Perlunya program-program yang meningkatkan akses makanan bergizi, mendukung petani lokal untuk menanam tanaman beragam, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....