Peneliti BRIN Hasilkan Puluhan Paten Teknologi Perekat Hijau

  • 31 Jul 2026 13:01 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Muhammad Adly Rahandi Lubis, Ph.D., mencatatkan sedikitnya 27 paten dan hak cipta di bidang teknologi perekat ramah lingkungan berbasis biomassa.

Portofolio inovasi tersebut dikembangkan secara konsisten sejak 2020 sebagai upaya menghadirkan teknologi perekat yang lebih aman dan mendukung kebutuhan industri berbasis bahan baku lokal.

Sejumlah paten yang telah didaftarkan antara lain perekat kayu lapis non-formaldehida dari pati dialdehida, metode pembuatan perekat UF beremisi rendah, formulasi perekat kempa dingin bebas formaldehida dan non-isosianat, hingga resin bio-poliuretan berbasis tanin.

Inovasi tersebut juga mencakup pengembangan resin bio-poliuretan non-isosianat berbasis tanin serta perekat fenol-resorsinol-formaldehida termodifikasi untuk berbagai kebutuhan industri.

Menurut Prof. Adly, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk teknologi bernilai tinggi. Pemanfaatan sumber daya alam lokal diyakini mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global.

Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan komitmen BRIN dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh dunia industri sekaligus memperkuat ekosistem inovasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....