BRIN: Jamur Endofit Hidup Bersimbiosis dengan Tanaman, Hasilkan Senyawa Antikanke
- 01 Agt 2026 08:06 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap potensi besar jamur endofit sebagai sumber senyawa aktif untuk pengembangan obat kanker. Jamur mikro yang hidup di jaringan tanaman ini terbukti mampu menghasilkan metabolit sekunder dengan berbagai aktivitas biologis.
Jamur endofit merupakan jamur mikro yang hidup di jaringan tanaman inangnya tanpa menimbulkan penyakit. Hubungan yang terjalin bersifat mutualistik atau saling menguntungkan: jamur mendapat tempat tinggal dan makanan, sementara tanaman inang mendapat perlindungan terhadap stres lingkungan, serangan patogen, dan gangguan hewan lainnya.
Peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Agus Budiawan Naro Putra, menjelaskan bahwa interaksi antara jamur endofit dan tanaman inang memicu produksi senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. “Pencarian dan pengembangan obat, tak terkecuali dari jamur endofit, merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan, inovasi, dan pemahaman mendalam terhadap interaksi biologisnya,” ujarnya.
Proses penemuan senyawa berkhasiat dari jamur endofit dimulai dari isolasi dari tanaman obat seperti brotowali atau kumis kucing, perbanyakan jamur dalam skala besar, ekstraksi dan isolasi senyawa aktif, hingga pengujian aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.
Keunggulan jamur endofit sebagai sumber metabolit sekunder adalah hanya membutuhkan sedikit bagian tanaman dalam proses isolasi serta mampu memproduksi senyawa target dalam waktu lebih singkat, sehingga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan efisiensi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....