BRIN Terus Kembangkan Satelit Mikro 100 Kg untuk Kebutuhan Nasional

  • 29 Mar 2026 18:33 WIB
  •  Waykanan

RRI. CO. ID, Way Kanan- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengembangkan satelit mikro berbobot sekitar 100 kilogram. Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi, mengatakan tren satelit kecil berkembang pesat karena efisiensi biaya dan fleksibilitas misi.

Wahyudi menyampaikan hal itu dalam kolokium di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Rancabungur, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. Menurutnya, satelit mikro, nano, hingga piko dapat dikembangkan dan diluncurkan dalam waktu lebih singkat. Satelit jenis ini juga dioperasikan secara konstelasi untuk meningkatkan frekuensi data.

“Oleh karena itu, BRIN mengembangkan satelit mikro dengan bobot sekitar 100 kilogram,” ujar Wahyudi.

Ia menjelaskan, pengembangan satelit dilakukan melalui pendekatan rekayasa sistem yang terstruktur. Mulai dari penetapan tujuan misi, perumusan desain, hingga proses verifikasi dan evaluasi pascaoperasi. Kejelasan tujuan menjadi fondasi utama.

“Dalam membuat satelit, tujuan harus ditetapkan sejak awal. Apakah sistem yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mampu menjawab tujuan yang ditetapkan,” kata Wahyudi.

Pengalaman pengembangan Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB menjadi pelajaran berharga. Tantangan utamanya terletak pada jumlah muatan kamera yang cukup banyak. Sementara pada satelit LAPAN-A2, tantangan utama ada pada sistem antena.

“Tidak banyak satelit kecil yang membawa kamera multispektral karena keterbatasan stabilitas. Kamera mudah bergetar dan hal tersebut sangat memengaruhi kualitas data,” jelas Wahyudi.

Para periset melakukan berbagai simulasi dan pengujian secara intensif. Termasuk uji terbang kamera LISA menggunakan pesawat sebelum diintegrasikan ke dalam satelit. Pendekatan mikrosatelit terbukti mampu menekan biaya tanpa mengurangi fungsi strategis.

Wahyudi menekankan, fleksibilitas dalam manajemen proyek menjadi faktor kunci. Hal itu memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan maupun kendala teknis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....