Sifat Manusia: Berhati Lembut dan Jujur (Bagian 2)

  • 02 Sep 2024 12:04 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Berhati lembut dan jujur merupakan dua karakteristik sifat yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sifat ini tidak hanya penting untuk kehidupan sosial yang harmonis, tetapi juga untuk mendekatkan diri dan memperoleh keridhaan Allah SWT. Hal itu disampaikan Ustaz Muhammad Huda Abdunnafi, M. Ag dalam sajian hikmah pagi di programa 4, pada Senin (02/09/2024).

Ustaz Huda menekankan bahwa kelembutan hati adalah cerminan dari iman yang kuat. Menurutnya, sikap lemah lembut menunjukkan kedewasaan spiritual dan kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. Kelembutan ini akan menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan memperkuat ikatan sosial.

Kelembutan hati adalah salah satu sifat yang sangat dipuji dalam Islam. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 159 yang artinya "Dan kalau kamu bersikap keras lagi berhati kasar, niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu."

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya kelembutan dalam berbagai hadis. Seperti hadist riwayat Muslim yang artinya “Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan. Kelembutan tidak terdapat dalam sesuatu kecuali ia akan memperindahnya, dan ia tidak dicabut dari sesuatu kecuali akan memperburuknya.”

“Dari firman Allah dan hadist tadi kita bisa maknai bahwa kelembutan hati dan sikap lembut dapat mendekatkan orang kepada kita dan membuat hubungan sosial lebih harmonis. Kelembutan juga dapat memperindah segala aspek kehidupan dan hubungan, sementara kekasaran hanya akan merusak,” terangnya.

Selain bersikap lemah lembut, Rasulullah SAW juga menjadi teladan kita untuk selalu menjadi pribadi yang jujur. Karena sejatinya kejujuran merupakan pondasi utama dalam beriman dan berbuat baik. Seperti firman Allah dalam surah Al-Ahzab ayat 70 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”.

Dalam sebuah hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya kejujuran, yang artinya “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga. Dan seseorang yang selalu berkata jujur dan berusaha untuk jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang benar”.

Dapat disimpulkan bahwa kejujuran tidak hanya tentang perkataan, tetapi juga tentang tindakan dan niat. Allah memerintahkan umat-Nya untuk selalu berbicara dan bertindak dengan benar. Selain itu, kejujuran adalah jalan menuju kebaikan dan keselamatan di akhirat.

“Kelembutan hati mendekatkan kita kepada orang lain dan menciptakan hubungan sosial yang harmonis, sementara kejujuran memastikan integritas dan kepercayaan dalam interaksi sosial. Dengan menerapkan sifat-sifat ini, kita bisa memperbaiki diri dan menjalin hubungan yang lebih baik bukan hanay kepada Allah SWT, namun juga kepada sesama manusia,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....