Wanita Dayak Bahau Busaang Meraih Penghargaan Kebudayaan

  • 11 Jul 2024 13:45 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2024 yang dilaksanakan di Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ragam atraksi budaya ditampilkan dalam gelaran yang dihelat tiga hari sejak 04 – 06 Juli 2024.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh budaya di Kalimantan Timur. Mereka yang mendapat penghargaan adalah mereka-mereka yang konsisten dengan kegiatan kebudayaan, mulai dari mengenalkan, menampilkan, hingga menyebarluaskannya.

Dikutip dari laman diskominfo.kaltim.go.id, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap para penggiat dan karya-karya seni budaya dalam membangun toleransi dan kekerabatan. Dirinya menyatakan pula bahwa mereka yang menekuni dan mengembangkan seni budaya adalah orang-orang yang menjunjung tinggi keberagaman dan nilai-nilai universal.

Sementara itu, peraih penghargaan dibidang pelaku dan pelestari pengetahuan tradisional, Agnes Gering Belawing Kepada RRI mengaku bangga bisa menjadi bagian yang mendapatkan apresiasi dari pemerintah tersebut.

“Bagi saya, ini merupakan kebanggan tersendiri. Dengan adanya penghargaan ini, membuat saya terus ingin berbuat lebih untuk memajukan kebudayaan lokal kita" tegasnya.

Sejak ditahbiskan pada tahun 2015, ia rutin dalam kegiatan dan ritual adat yang sebelumnya dilakukan oleh sang Ibu. Sejak ibunya wafat, ia bertekad untuk terus melanjutkan tradisi turun temurun dari nenek moyang, bahkan ia bawa merantau dan menetap di Kota Samarinda. Berbekal pengetahuan dari orang terdahulu dan juga ajaran dari kedua orang tuanya, ia konsisten mengenalkan tradisi seperti tari dan ritual-ritual adat lainnya kepada generasi muda khususnya suku dayak bahau busaang yang berdomisili di wilayah Samarinda dengan mendirikan Sanggar Seni Apo Lagaan. Hingga saat ini ia tetap konsisten mengenalkan dan menyebarluaskan tradisi dan adat istiadatnya sampai akhirnya mendapatkan penghargaan.

Agnes (sapaan akrabnya) yang juga Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda itu berpesan kepada para pelaku seni dan budaya untuk terus berbuat sesuai kemampuan. Terlebih saat ini, kita sudah bersama dengan para pendatang dari luar yang akan mengisi IKN, supaya akar budaya kita tetap kuat dan tak ketinggalan jaman.

“Untuk para pelaku seni dan budaya diluar sana, jangan jadikan penghargaan ini sebagai tujuan utama. Ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah, tetaplah berbuat meski belum mendapat apresiasi. Bagi para generasi muda, jadikan pelestarian budaya sebagai wujud perpanjangan kasih tuhan untuk kita sesama umat manusia dan terus berbuat untuk kemajuan budaya kita” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....