Beda Pendidikan Indonesia dan Malaysia
- 13 Mar 2024 17:20 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk keberlangsungan suatu bangsa. Oleh karenanya di setiap negara mempunyai kebijakan dalam system pendidikan masing-masing. Berbeda dengan Indonesia, sistem pendidikan di Malaysia terkesan sangat cepat. Dalam talkshow Sore Ceria Spesial English (13/3/2024) Puteri Zaharah warga Malaysia yang mengikuti program pertukaran budaya bersama AISEC UMM menceritakan pengalamannya. Ia sempat bercerita kepada salah seorang temannya bahwa ia sedang menjalani program Phd di Malaysia.
“Kapan itu aku mengatakan ke teman Indonesiaku kalau aku lagi menyelesaikan gelar Phd. Mereka sangat terkejut bagaimana bisa aku yang masih muda ini sudah mau mendapat gelar Phd. Katanya kalau di Indonesia, biasanya mereka yang berusia 40, 50 tahunan yang dapat," terangnya.
Erry sapaannya, mengatakan bahwa tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan tingkat menengah dan perkuliahan. Di Indonesia SMP dan SMA diselesaikan dalam waktu 6 tahun. Sedangkan untuk menyelesaikan Sarjana S-1 adalah 4 tahun. Hal ini sungguh sangat berbeda dengan Malaysia.
“Kalau di Indonesia ada jenjang SMP dan SMA, kami di Malaysia ada Sekolah Menengah. Disini anak-anak hanya membutuhkan waktu 5 tahun untuk menyelesaikannya. Satu hal lagi yang membuat aku kaget adalah disini untuk mendapatkan gelar sarjana butuh waktu 4 tahun. Wahh itu lama sekali. Saya hanya butuh waktu 2,5 tahun,” jelas Erry.
Salah satu program pendidikan yang menguntungkan untuk anak-anak pintar di Indonesia adalah akselerasi. Melalui program ini, mereka bisa menyelesaikan jenjang pendidikan lebih cepat. Ternyata program ini tidak ada di Malaysia.
“Aku sempat terkejut melihat salah satu muridku di MAN 2 yang berusia 15 tahun sudah ada di kelas 11 atau 12 kala nggak salah. Dia memang pintar jadi bisa ikut program akselerasi. Kalau di Malaysia sendiri kamu harus tetap berada di jenjang sesuai usiamu,”
Erry juga menjelaskan hal berbeda lainnya adalah silabus. Tetapi untuk materi pembelajaran masih sama, seputar IPA, Matematika, Pengetahuan Sosial, Pelajaran Olahraga dsb.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....