Limbah Kayu Jadi Bernilai di Tangan Warga Pasuruan

  • 01 Mei 2024 15:35 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Pemanfaatan limbah kayu menjadi kerajinan baru telah dilakukan Ahmad Ardias Subaja atau Dias sejak tahun 2015. Di tahun itu ia menjadikan pekerjaan tersebut sebagai usaha sampingan. Ia mendapat dukungan dan sumber bahan dari kakanya yang tinggal di daerah Cepu, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kalau sebagai sampingan sejak tahun 2015, tapi yang benar-benar ditekuni itu dimulai tahun 2018. Jadi saya mencoba keluar dari pekerjaan di bank dan fokus menekuni usaha kerajinan kayu ini. Saya memutuskan membuka usaha sendiri. Usaha ini bergerak di bidang kerajinan kayu dari limbah kayu pinus, bekas palet dan lain sebagainya dari teman-teman yang memiliki mebel kayu yang tidak terpakai,” jelasnya, Rabu (1/5/2024)

Dias mengatakan ia terinspirasi dari pinterest, ia berfikir masyarakat mempunyai kebiasan menjual atau membakar sisa potongan kayu. Limbah kayu ini tidak terpakai sama sekali, padahal ia bisa dimanfaatkan diolah menjadi produk bernilai tinggi.

“Tujuannya memang terletak pada mengangkat isu limbah recycle. Biasanya saya bisa memproduksi jam dinding, jam meja, lampu, rak dinding dan juga beberapa macam souvenir, mainan edukasi anak dan masih banyak lagi,” tambahnya

Dulunya Dias hanya memanfaatkan bahan limbah kayu pinus dan bekas palet untuk kerajinannya. Sekarang ia menggunakan kayu limbah jati bekas dan kayu jati perhutani. Pemilihan jenis kayu-kayu ini sebagai bahan baku untuk kerjinan kayu juga bukan tanpa alasan.

“Kayu pinus ini impor ya, biasanya dari pabrik luar negeri dikirim ke Indonesia, seperti dari pabrik susu yang terkenal itu. Kayu-kayu ini biasanya sudah diberi obat anti rayap dan diproses pengeringannya, jadi saya tinggal potong-potong dan design saja. Selain itu kayu pinus juga bagus seratnya. Nah, kalau yang jati ini dipilih karena walaupun bekas tapi masih berkualitas bagus, terus seratnya juga keliatan menarik.

Harga jual produk Dias di Ardias Galeri ini dibanderol dengan harga dari Rp.5000 sampai Rp.700.000, semua itu sesuai dengan jenis bahan dan proses pembuatannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....