SEHAT Petakan Kelompok Perempuan dan Remaja Putri di Parigi Moutong

  • 17 Agt 2026 13:17 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Program Strengthening Equitable Healthcare Access at Target Region (SEHAT) melakukan pemetaan organisasi masyarakat dan kelompok berbasis komunitas yang mewakili perempuan serta remaja putri di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi akses masyarakat terhadap informasi dan layanan kesehatan, sekaligus mengidentifikasi kelompok yang masih menghadapi keterbatasan sosial, ekonomi dan pendidikan.

Provincial Manager SEHAT Project, Rieneke Rolos, mengatakan perempuan dan remaja putri menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena masih menghadapi berbagai persoalan, seperti kekerasan terhadap anak dan perempuan, kekerasan seksual hingga perkawinan anak.

“Wilayah yang kami pilih seperti Sulawesi Tengah masih menghadapi kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, khususnya kekerasan seksual, kemudian pernikahan anak yang masih cukup tinggi,” ujar Rieneke dalam kegiatan pemetaan di Gedung Dinas Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (14/8/2026).

Menurut Rieneke, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperluas akses perempuan dan remaja putri terhadap informasi serta layanan kesehatan reproduksi. Program SEHAT tidak hanya menyasar kelompok yang telah memahami isu kesehatan reproduksi, tetapi juga masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh informasi dan pelayanan.

Kelompok rentan yang menjadi perhatian antara lain perempuan kepala keluarga, perempuan dengan kebutuhan khusus, serta perempuan yang menghadapi keterbatasan ekonomi, pendidikan dan akses sosial.

“Yang kurang mengerti juga kami ingin mereka memiliki akses dan informasi yang sama,” katanya.

Dalam upaya tersebut, organisasi masyarakat, kader dan kelompok komunitas dinilai memiliki peran strategis karena berada lebih dekat dengan kehidupan warga. Kedekatan tersebut diharapkan menjadi jembatan dalam menyampaikan informasi kesehatan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang belum terjangkau oleh institusi formal.

Rieneke menambahkan, edukasi kesehatan reproduksi diperlukan agar perempuan dan remaja putri memahami hak-hak kesehatan mereka serta mampu memanfaatkan layanan yang tersedia secara optimal.

“Bagaimana perempuan tahu tentang hak mereka, hak kesehatan reproduksi, sehingga kedepan pelayanan masyarakat dan masyarakat yang menerima atau mengakses pelayanan bisa dilakukan dengan lebih baik,” ujarnya.

Saat ini, Program SEHAT masih berada pada tahap asesmen dan pemetaan. Tim menggali informasi dari organisasi masyarakat dan para pemangku kepentingan, serta melakukan asesmen langsung bersama masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas dan Pustu.

Tahap berikutnya akan mencakup pemetaan forum pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu perempuan. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan kegiatan peningkatan kapasitas, edukasi dan kampanye kesehatan.

Rieneke mengatakan bentuk kegiatan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Hal itu karena persoalan yang dihadapi perempuan dan remaja putri dipengaruhi faktor geografis, sosial, budaya serta kemampuan masyarakat dalam mengakses informasi.

“Kegiatannya akan kami diskusikan dengan masyarakat, yang mereka mau seperti apa dan yang cocok disampaikan atau dilibatkan siapa,” jelasnya.

Melalui pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat, SEHAT berharap hasil pemetaan tidak berhenti sebagai data, tetapi menjadi pijakan untuk menghadirkan informasi dan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses perempuan serta remaja putri, khususnya kelompok yang selama ini berada di tepian akses kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....