FAD Tolitoli Soroti Fatherless dan Dampaknya bagi Mental Anak

  • 13 Jun 2026 12:14 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk kalangan anak dan remaja di Sulawesi Tengah. Dalam obrolan di acara Ruang Aksi Muda Pro 2 RRI Tolitoli dengan topik "Suara Anak Indonesia (SAI): Wadah Aspirasi Anak Menuju Perubahan Daerah". Dalam obrolan tersebut, Ismail, Ketua Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Tolitoli, menegaskan bahwa kondisi tersebut dapat berdampak besar terhadap perkembangan mental, emosional, hingga kepercayaan diri anak.

Menurut Ismail, berdasarkan data yang diperoleh dari tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar 25,1% anak mengalami kondisi fatherless atau yang sering disebut sebagai daddy issues. Fenomena ini menggambarkan situasi ketika sosok ayah tidak hadir secara optimal dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional.

Ismail menjelaskan bahwa kondisi tersebut sering kali membuat anak merasa kurang mendapatkan dukungan, perhatian, dan ruang untuk mengekspresikan diri. Akibatnya, tidak sedikit anak yang memilih memendam masalah yang mereka hadapi karena merasa takut, tidak percaya diri, atau khawatir tidak didengarkan.

“Banyak anak yang sebenarnya ingin menyampaikan apa yang mereka rasakan, tetapi mereka masih takut untuk bersuara. Mereka membutuhkan lingkungan keluarga yang aman dan mendukung agar berani mengungkapkan perasaan maupun masalah yang dihadapi,” ujar Ismail.

Fenomena fatherless sendiri menjadi perhatian secara nasional karena dapat memengaruhi pembentukan karakter, kestabilan emosi, serta rasa percaya diri anak. Berbagai kajian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan anak memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang psikologis dan sosial mereka.

Sementara itu, Wakil Ketua FAD Kabupaten Tolitoli, Mohamad Hafizh, menegaskan bahwa peran orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan pola pikir dan membentuk karakter anak di masa depan.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menjadi tempat anak belajar mengenai nilai-nilai kehidupan, sikap, serta cara berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak tidak dapat digantikan oleh siapa pun.

“Peran orang tua betul-betul penting untuk menentukan pola pikir dan membentuk karakter anak ke depannya. Apa yang diajarkan dan dicontohkan orang tua sejak dini akan menjadi fondasi bagi anak dalam menghadapi kehidupan ketika mereka dewasa nanti,” jelas Mohamad Hafiz.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dilakukan melalui nasihat, tetapi juga melalui keteladanan yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dan rasakan di lingkungan keluarga.

FAD Kabupaten Tolitoli berharap seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengasuhan yang positif dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak. Dengan adanya perhatian yang lebih besar dari keluarga, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara mental, berani menyampaikan pendapat, serta memiliki karakter yang kuat.

Melalui momentum ini, FAD Tolitoli mengajak para orang tua untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak mereka. Kehadiran orang tua, baik secara fisik maupun emosional, dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....