Penyakit Diare Meningkat, Masyarakat Tolitoli Diimbau Terapkan Pola Hidup Bersih
- 06 Agt 2026 15:04 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Sehubungan dengan adanya peningkatan kasus diare di beberapa wilayah Kabupaten Tolitoli. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare, terutama pada musim hujan maupun saat kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan menurun. Diare masih menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak hingga orang dewasa dan dapat menyebabkan dehidrasi apabila tidak segera ditangani.
Diare merupakan kondisi buang air besar dengan tinja encer atau berair lebih dari tiga kali dalam sehari. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Beberapa faktor yang dapat memicu meningkatnya kasus diare di masyarakat antara lain:
Kurangnya akses terhadap air bersih.
Sanitasi lingkungan yang kurang baik.
Kebiasaan tidak mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
Mengonsumsi makanan yang tidak dimasak hingga matang atau makanan yang kurang higienis.
Penyimpanan makanan yang tidak benar sehingga mudah terkontaminasi bakteri.
Pembuangan sampah dan limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli mengingatkan bahwa diare tidak boleh dianggap sepele. Kehilangan cairan tubuh secara terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada balita dan lansia yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Untuk mencegah penyebaran penyakit diare, masyarakat dianjurkan menerapkan beberapa langkah sederhana, yaitu:
Selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan serta setelah buang air.
Mengonsumsi air minum yang telah dimasak atau berasal dari sumber yang aman.
Memastikan makanan dimasak hingga matang dan disimpan dalam kondisi tertutup.
Menjaga kebersihan lingkungan dan saluran pembuangan.
Menggunakan jamban yang sehat dan tidak membuang tinja sembarangan.
Segera memberikan cairan rehidrasi oral (oralit) kepada penderita diare untuk mencegah dehidrasi.
Memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila diare berlangsung lebih dari dua hari, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, atau terdapat darah pada tinja.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli, diharapkan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya pencegahan melalui kebersihan lingkungan, penyediaan air bersih, dan kebiasaan mencuci tangan menjadi langkah paling efektif dalam menekan penyebaran penyakit diare.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan diri dan lingkungan, diharapkan angka kejadian diare di Kabupaten Tolitoli dapat ditekan sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....