Batasi Gula, Garam, Lemak untuk Cegah Penyakit Kronis

  • 10 Jun 2026 13:04 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) secara berlebihan masih menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia. Selain memicu obesitas, kebiasaan mengonsumsi GGL melebihi batas anjuran juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan saraf.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas mengalami peningkatan dari 15,4 persen pada tahun 2013 menjadi 21,8 persen pada tahun 2018. Kondisi ini menjadi perhatian karena obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit tidak menular.

Data The Global Burden of Disease 2019 and Injuries Collaborators 2020 juga menunjukkan bahwa penyakit tidak menular menjadi penyebab sekitar 80 persen kasus kematian di Indonesia. Oleh karena itu, pengendalian pola konsumsi masyarakat menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan batas konsumsi GGL per orang per hari, yaitu gula maksimal 50 gram atau sekitar 4 sendok makan, garam maksimal 5 gram atau 1 sendok teh, serta lemak maksimal 67 gram atau setara 5 sendok makan minyak goreng.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memilih sumber makanan yang lebih sehat. Salah satunya dengan mengganti makanan atau minuman tinggi gula dengan buah-buahan yang memiliki rasa manis alami dan kaya nutrisi. Langkah sederhana ini dapat membantu memenuhi kebutuhan energi sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....