Tolitoli Targetkan 109 Koperasi Desa Merah Putih
- 20 Jul 2026 10:21 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, TOLITOLI — Pemerintah Kabupaten Tolitoli terus mematangkan persiapan operasional program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yakni Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP). Program strategis nasional tersebut ditargetkan membangun sebanyak 109 unit KDKMP untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah Kabupaten Tolitoli.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tolitoli, Muhammad Surya Maisar, S.E., M.Si., mengatakan proses perwujudan KDKMP memiliki sejumlah tahapan penting sebelum koperasi dapat beroperasi secara mandiri. Saat ini, pemerintah daerah bersama jajaran Kodim 1305/BT dan pihak terkait masih berfokus menyelesaikan pembangunan fisik gerai dan gudang koperasi.
"Secara teknis administratif, operasionalisasi Koperasi Merah Putih baru akan berjalan setelah ada serah terima resmi dari PT Agrinas kepada pengurus koperasi, yang sebelumnya diverifikasi kelayakannya oleh tim dari Pemda,"
ujar Muhammad Surya dalam dialog interaktif di RRI Tolitoli.
Ia menjelaskan, meski penyerahan resmi belum sepenuhnya dilakukan, sejumlah armada bantuan berupa truk Hino roda enam dari PT Agrinas sudah mulai didistribusikan ke beberapa titik koperasi yang pembangunannya telah rampung 100 persen.
Beberapa lokasi penerima armada tersebut antara lain Kelurahan Nalu, Ulei Binontoan, Balaroa, Tende, dan Sabang. Bantuan logistik itu diharapkan mampu mempercepat mobilitas usaha koperasi sejak dini, termasuk pengangkutan pasokan beras dari Bulog maupun kebutuhan pokok lainnya.
Pendampingan Dua Tahun
Muhammad Surya juga mengungkapkan pemerintah pusat telah menyiapkan skema pendampingan intensif bagi pengurus koperasi. Menurutnya, perbedaan kemampuan manajerial di setiap desa menjadi alasan pentingnya pengawalan operasional oleh PT Agrinas Nusantara selama dua tahun pertama.
"Selama dua tahun pertama ini, operasional mereka akan ditandem dan didampingi langsung oleh PT Agrinas menuju kemandirian dan kestabilan manajemen. Langkah ini juga didukung dengan penempatan manajer profesional yang saat ini tengah menjalani pelatihan,"
katanya.
Terkait strategi bisnis, ia mengimbau pengurus koperasi agar tidak hanya terpaku pada unit usaha gerai atau waserda sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden. Pengurus KDKMP diberi keleluasaan mengembangkan unit usaha baru yang sesuai dengan potensi unggulan desa masing-masing.
Contohnya, desa yang memiliki komoditas kelapa dapat mengembangkan usaha pengolahan sabut kelapa, sementara desa pesisir dapat memperkuat sektor perikanan. Ia juga mengapresiasi terobosan KDKMP Nalu yang merangkul warung kelontong di sekitar koperasi dengan menjadi penyalur beras dan minyak subsidi tanpa mematikan usaha lokal.
Partisipasi Anggota Jadi Kunci
Di akhir pemaparannya, Muhammad Surya menegaskan esensi koperasi adalah dari, oleh, dan untuk anggota. Karena itu, ia meminta kepala desa dan pengurus koperasi aktif menjaring anggota sebanyak-banyaknya agar perputaran modal usaha dapat berjalan optimal.
"Sangat sia-sia jika anggaran besar dan program strategis dari Presiden ini tidak diimbangi dengan keaktifan pengurus dalam merekrut anggota. Partisipasi masyarakat sangat penting agar perputaran modal usaha koperasi ini dapat berjalan signifikan demi mendongkrak ekonomi kerakyatan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....