Setahun Berjalan, Program MBG Belum Menjangkau Siswa di Pulau Kabetan

  • 08 Jun 2026 13:20 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli menyebut pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Tolitoli telah berjalan hampir merata dan menjangkau sebagian besar sekolah. Namun, sejumlah sekolah yang berada di kawasan kepulauan hingga kini masih belum menerima manfaat program tersebut.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, mendukung konsentrasi belajar, serta membantu menekan angka stunting.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli, Giyarti, mengatakan hingga saat ini hampir seluruh sekolah di Kabupaten Tolitoli telah menerima program MBG. Namun, sekolah-sekolah di wilayah kepulauan masih menghadapi kendala karena faktor geografis dan keterbatasan infrastruktur.

“Sejauh ini untuk program MBG di Kabupaten Tolitoli hampir keseluruhan sudah terpenuhi. Hanya untuk daerah kepulauan agak sulit terjangkau karena letak geografisnya dan infrastrukturnya belum memadai,” ungkap Giyarti kepada RRI, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Gizi Nasional, wilayah kepulauan nantinya akan mendapatkan fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung distribusi program MBG kepada para siswa.

Sementara itu, Kepala Desa Kabetan, Ruslan Abdul Wahab, mengungkapkan hingga saat ini sekolah-sekolah di Pulau Kabetan belum tersentuh program MBG meskipun program tersebut telah berjalan selama kurang lebih satu tahun.

Menurutnya, di Desa Kabetan terdapat dua sekolah dasar, satu sekolah menengah pertama, dan dua lembaga PAUD dengan total sekitar 300 siswa yang seharusnya menjadi penerima manfaat program.

“Jumlah sekolah di Desa Kabetan terdiri dari dua SD, satu SMP, dan dua PAUD. Secara keseluruhan jumlah siswanya sekitar 300 orang dan hingga saat ini belum tersentuh program MBG,” ujar Ruslan Abdul Wahab.

Pemerintah Desa Kabetan berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera menghadirkan solusi agar program MBG dapat menjangkau seluruh sekolah di wilayah kepulauan. Dengan demikian, siswa yang berada di daerah terpencil juga memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan asupan gizi melalui program pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....