Di Usia Senja, Ibu Saina Akhirnya Punya Rumah Layak Huni dari Bantuan Pemprov

  • 22 Sep 2026 17:59 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sanana - Di usia yang telah memasuki 70 tahun, Saina Gailea akhirnya bisa kembali tersenyum. Perempuan lanjut usia asal Desa Waibau, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula itu kini memiliki rumah yang lebih layak untuk ditempati setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.

Rumah baru tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi Saina. Bukan hanya karena bangunannya lebih kokoh dan nyaman, tetapi karena rumah itu menjadi tempat baginya untuk menjalani masa tuanya dengan lebih tenang.

Saina sebelumnya harus meninggalkan rumah yang ditempatinya karena kondisinya sudah tidak lagi layak huni. Rumah tersebut hanya berdinding gabah dengan atap rumbia. Seiring waktu, bangunan itu semakin rusak dan tidak mampu lagi memberikan rasa aman bagi dirinya.

Sejak suaminya meninggal dunia, Saina menjalani kehidupan seorang diri. Dua anak perempuannya telah menikah dan kini menetap di Ternate. Dalam kondisi tersebut, Saina akhirnya memilih tinggal sementara bersama keponakannya.

“Sangat membantu. Terima kasih Ibu kepala dinas dan Ibu Gubernur (Sherly Tjoanda), karena sudah membantu saya. Sekarang saya bisa punya rumah,” ucap Saina saat ditemui, Selasa 22 September 2026.

Bagi Saina, memiliki rumah sendiri di usia senja merupakan sebuah kebahagiaan yang sulit digambarkan. Setelah sebelumnya hanya bisa menumpang di rumah keluarga, kini ia memiliki tempat tinggal yang dapat disebut sebagai rumahnya sendiri.

Dalam proses pembangunan rumah itu, Saina juga tidak berjalan sendiri. Warga di sekitar tempat tinggalnya ikut memberikan dukungan. Selain menggunakan tenaga tukang untuk mengerjakan pembangunan, masyarakat turut membantu dengan kemampuan yang mereka miliki.

Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong warga menjadi bagian penting dari proses pembangunan rumah tersebut. Bagi masyarakat setempat, membantu sesama merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang mereka kenal dengan istilah Wa Lima, atau saling membantu.

“Rumah memang sewa tukang, tetapi saya juga dibantu oleh warga di sini. Di sini disebut Wa Lima, saling membantu,” ujar Saina.

Di balik bantuan sebuah rumah, tersimpan cerita tentang seorang perempuan lanjut usia yang tetap bertahan menjalani kehidupan setelah kehilangan suami dan harus berpisah dari kedua anaknya yang telah membangun keluarga masing-masing.

Saina berharap, bantuan serupa dapat terus diberikan kepada masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, terutama warga lanjut usia dan keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Ia ingin apa yang dirasakannya saat ini juga dapat dirasakan oleh warga lain yang masih menunggu kesempatan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

Sementara itu, Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kepulauan Sula tahun ini mendapat alokasi sebanyak 38 unit. Bantuan tersebut terdiri atas pembangunan rumah baru, renovasi rumah, serta pembangunan dapur sehat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 unit berada di Pulau Sulabesi dan 31 unit lainnya tersebar di Pulau Mangoli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....