MTQ Nasional XXXI Resmi Dibuka, Menko Pratikno Tekankan Persatuan Indonesia

  • 13 Sep 2026 01:06 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Semarang - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah, tak sekadar menjadi ajang kompetisi membaca dan menghafal Al-Qur’an. Perhelatan yang mempertemukan kafilah dari 37 provinsi ini didorong menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

MTQ Nasional XXXI resmi dibuka Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang mewakili Presiden Prabowo Subianto. Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu, 12 September 2026.

Hadir dalam pembukaan tersebut Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Muhammad Lutfi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, sejumlah gubernur termasuk Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wali Kota Semarang, serta tamu undangan lainnya.

Pratikno mengatakan keberagaman gaya membaca Al-Qur’an yang ditampilkan para peserta merupakan bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Menurut dia, perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan.

“Variasi gaya membaca Al-Qur’an adalah kekayaan bangsa,” kata Pratikno.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ bukan hanya sebagai arena perlombaan, melainkan ruang bertemu berbagai latar belakang masyarakat dari seluruh Indonesia.

“Mari kita jadikan MTQ ini sebagai ruang silaturahmi nasional. Ruang untuk saling mengenal, saling menghargai, dan untuk memperkuat Persatuan Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, hadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang,Jawa Tengah.(Foto: RRI/Yudi).

Menurut Pratikno, semangat tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur’an tentang manusia yang diciptakan dalam keberagaman bangsa dan suku agar saling mengenal serta membantu.

MTQ Nasional XXXI mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.” Pratikno mengatakan tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menggambarkan harapan terhadap kualitas manusia Indonesia menuju Indonesia Emas.

Indonesia Emas, kata dia, membutuhkan manusia yang jujur, adil, disiplin, kreatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan agar MTQ tidak berhenti pada kemampuan teknis membaca, menghafal, maupun memahami Al-Qur’an.

Menurut Nasaruddin, seluruh kemampuan tersebut penting, tetapi harus berujung pada penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak cukup hanya membaca Al-Qur’an dengan benar, menghafalnya dengan kuat, memahami kandungannya dengan baik,” kata Nasaruddin.

“Semua itu tentu sangatlah penting, akan tetapi harus bermuara pada kemampuan mengujiterapkan nilai-nilai Al-Qur’an di dalam kehidupan,” ujarnya.

Pembukaan MTQ Nasional XXXI berlangsung di tengah kehadiran ribuan masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya. Mereka turut menyaksikan pembukaan ajang yang diikuti kafilah dari 37 provinsi tersebut.

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI tidak hanya mempertemukan para peserta dalam kompetisi keagamaan, tetapi juga membawa pesan yang lebih luas: keberagaman dapat menjadi ruang untuk saling mengenal, menghargai, dan memperkuat persatuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....