MTQ Digelar Tiap Tahun, Malut Siap Jadi Tuan Rumah? Begini Kata Gubernur Sherly

  • 15 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Semarang - Peluang Maluku Utara menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional semakin terbuka setelah Kementerian Agama mengubah pola penyelenggaraan MTQ menjadi agenda tahunan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan MTQ Nasional kini akan digelar setiap tahun. Kebijakan itu diambil setelah pemerintah menghapus pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) yang sebelumnya digelar bergantian dengan MTQ setiap dua tahun.

Keputusan tersebut disampaikan Nasaruddin saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 12 September 2026.

Menurut dia, penyelenggaraan MTQ dan STQH membutuhkan energi yang relatif sama dari pemerintah maupun panitia daerah. Karena itu, pemerintah memilih mengalokasikan energi tersebut untuk satu agenda MTQ setiap tahun.

“Karena itu demi syiar, maka Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tapi yang kita lakukan adalah MTQ, Musabaqah Tilawatil Qur’an,” kata Nasaruddin.

Perubahan kalender tersebut membuat rotasi tuan rumah MTQ Nasional menjadi lebih cepat. Daerah-daerah yang selama ini menunggu giliran berpotensi mendapat kesempatan lebih awal, termasuk Maluku Utara.

Bagi Maluku Utara, kebijakan tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk mempercepat kesiapan sebagai calon tuan rumah. Sebab, penyelenggaraan MTQ berskala nasional tidak hanya membutuhkan kesiapan panitia, tetapi juga fasilitas yang memenuhi standar penilaian pemerintah pusat.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan daerahnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah jika ingin menjadi tuan rumah MTQ Nasional.

Menurut Sherly, kelayakan fasilitas menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan tuan rumah karena daerah penyelenggara akan melalui proses penilaian dari tim pemerintah pusat.

“tergantung penilaian dari panitia. Sepertinya masih banyak fasilitas yang harus kita lengkapi untuk kita bisa jadi tuan rumah. Semoga MTQ di Semarang ini sukses,” ujar Sherly saat dikonfirmasi rri.co.id.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peluang menjadi tuan rumah belum otomatis membuat Maluku Utara berada dalam posisi siap. Pemerintah daerah masih perlu memastikan infrastruktur dan fasilitas pendukung mampu memenuhi kebutuhan perhelatan yang mempertemukan kafilah dari seluruh Indonesia.

Dengan MTQ yang kini direncanakan berlangsung setiap tahun, kesempatan Maluku Utara untuk masuk dalam rotasi tuan rumah juga tidak lagi harus menunggu siklus dua tahunan seperti sebelumnya.

Namun, peluang tersebut akan sangat bergantung pada kesiapan fasilitas dan hasil penilaian pemerintah pusat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....