WCD 2026, BKKBN Malut Dorong Peningkatan Capaian Pelayanan KB

  • 31 Agt 2026 15:50 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos., membuka Rapat Sosialisasi Target Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung Senin dan diikuti jajaran terkait dari kabupaten/kota di Maluku Utara.

Dalam arahannya, Ansar menekankan pentingnya kolaborasi antara Penyuluh KB serta Petugas Lapangan KB (PKB/PLKB) dengan fasilitas kesehatan (faskes) untuk memastikan pelayanan KB dalam momentum WCD dapat berjalan optimal.

“Keberhasilan pelayanan tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat di lapangan,” ujarnya.

Selain penguatan koordinasi, Ansar menyoroti pentingnya validitas data serta ketersediaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon). Tim Kerja Data dan Informasi diminta meningkatkan koordinasi dengan OPD KB kabupaten/kota serta PKB/PLKB guna memastikan data yang dilaporkan akurat dan tidak mengalami anomali.

Ia juga meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mempercepat proses pengadaan dan distribusi Alokon, khususnya Bahan Non Habis Pakai (BNHP), ke fasilitas kesehatan yang mengalami kekurangan stok.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja KB dan Kesehatan Reproduksi (KBKR), Wahyudi, menyampaikan bahwa momentum WCD 2026 menjadi momentum pelayanan KB keempat sekaligus yang terakhir pada tahun ini.

Berdasarkan capaian hingga saat ini, untuk KB Pasca Persalinan (KBPP), capaian tertinggi tercatat di Kabupaten Halmahera Barat sebesar 111,05 persen, sedangkan terendah berada di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 26,97 persen.

Untuk Peserta Baru (PB), capaian tertinggi diraih Kabupaten Halmahera Selatan sebesar 152,54 persen dan terendah Kota Tidore Kepulauan sebesar 46,97 persen. Sementara untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), capaian tertinggi berada di Halmahera Barat sebesar 125,45 persen dan terendah Kota Tidore Kepulauan sebesar 62,43 persen.

Wahyudi menjelaskan, pelayanan KB dalam momentum WCD 2026 akan berlangsung mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026. Adapun batas akhir penginputan data ditetapkan pada 10 Oktober 2026.

“Daerah yang capaian pelayanannya masih rendah dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan target. Selain itu, fasilitas kesehatan yang memiliki stok Alokon berlebih diminta segera melakukan distribusi secara dinamis ke faskes yang membutuhkan,” kata Wahyudi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan ketersediaan kontrasepsi sekaligus mendukung peningkatan cakupan pelayanan KB di seluruh wilayah Maluku Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....