Seminar Nasional JKPI Dorong Transformasi City Gallery Inklusif
- 28 Agt 2026 15:42 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Seminar Nasional Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 resmi digelar di aula Banau, Kampus FKIP Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Jumat 28 Agustus 2026.
Seminar yang menjadi tanggung jawab Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate tersebut berkolaborasi dengan Universitas Khairun, mengangkat tema “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Kota Pusaka.”

Kegiatan diawali dengan penandatanganan kesepahaman bersama antara JKPI, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) tentang penyelenggaraan kearsipan dan perpustakaan pada jaringan kota pusaka.
Dan juga dilakukan penandatanganan kesepahaman antara ANRI dan Unkhair Ternate mengenai penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kearsipan.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah sebagai narasumber, di antaranya Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI Joko Santoso, serta Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan ANRI Andi Abubakar.
Selain itu, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila dan Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair Ternate, Hasan Hamid, saat membuka seminar mengatakan, city gallery dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kotanya, tempat anak-anak mempelajari sejarah, mahasiswa melakukan riset, hingga UMKM mempromosikan produk berbasis identitas lokal.
Menurutnya, pembangunan kota pusaka tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi heksahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, serta pelaku kreatif dan budaya.
“Unkhair siap mengambil bagian dalam kolaborasi, mendorong riset sejarah, budaya, arsitektur, lingkungan, jalur rempah, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Kami siap mengembangkan inovasi digital untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Ternate,” katanya.
Hasan menegaskan, kota pusaka yang kuat bukan hanya kota yang mampu menjaga masa lalu, tetapi juga mampu menjadikan masa lalu sebagai fondasi untuk menciptakan masa depan.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alfa, sebagai pewaris langsung identitas Kota Ternate.
“Jangan sampai mereka mengetahui cengkih dan pala hanya sebagai komoditas, tetapi tidak memahami bagaimana rempah tersebut pernah menghubungkan Ternate dengan dunia. Karena itu, city gallery harus hadir dengan bahasa generasi baru,” ujarnya.
Unkhair juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Seminar Nasional Rakernas XII JKPI Tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....