Balai POM Turunkan Tim Food Security di JKPI XII Ternate

  • 29 Agt 2026 09:51 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Sofifi menurunkan tim Food Security untuk mengawasi keamanan pangan selama pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII 2026 di Kota Ternate, Maluku Utara.

Pengawasan berlangsung pada 26-30 Agustus 2026. Tim memastikan makanan yang disajikan bagi peserta, termasuk kepala daerah dan delegasi dari berbagai wilayah Indonesia, terbebas dari bahan kimia berbahaya.

Petugas melakukan pemeriksaan langsung menggunakan test kit untuk mendeteksi sejumlah bahan yang kerap disalahgunakan dalam pangan. Empat parameter menjadi sasaran pengujian, yakni Rhodamin B, Methanyl Yellow, formalin, dan boraks.

Penggunaan metode uji cepat memungkinkan petugas memperoleh hasil skrining di lapangan dalam waktu singkat. Jika ditemukan indikasi pangan yang tidak memenuhi ketentuan, langkah antisipasi dapat segera dilakukan.

Pengawasan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi. Balai POM di Sofifi berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Ternate, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Ternate, Poltekkes Kemenkes Ternate, serta sejumlah unsur lintas sektor.

Kepala Balai POM di Sofifi, Ermanto Siahaan, mengatakan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan yang menghadirkan masyarakat dan tamu dari berbagai daerah.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan JKPI XII di Kota Ternate. Balai POM di Sofifi siap berkolaborasi dan mengawal keamanan pangan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh peserta,” kata Ermanto.

Menurut dia, pengawasan pangan tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan rutin. Pengawasan juga perlu dilakukan secara responsif ketika terdapat kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.

JKPI XII di Ternate menjadi salah satu kegiatan berskala nasional yang mempertemukan kepala daerah dan delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Selain memperkenalkan warisan sejarah dan budaya Maluku Utara, penyelenggaraan kegiatan juga mendapat perhatian dari sisi kesehatan dan keamanan pangan.

Balai POM di Sofifi berharap kolaborasi lintas sektor selama kegiatan tersebut dapat memastikan pangan yang dikonsumsi peserta dan masyarakat memenuhi standar keamanan serta tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....