Seminar Nasional JKPI di Ternate Siap Digelar
- 25 Agt 2026 18:20 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Ternate–Panitia Seminar Nasional Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 menggelar rapat pemantapan dan finalisasi kegiatan, rapat berlangsung di Kedai Nita Kelurahan Mangga Dua, Selasa 25 Agustus 2026.
Panitia bersama tersebut terdiri Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate sebagai koordinator dan bekerja sama dengan Universitas Khairun (Unkhair).

Seminar nasional dijadwalkan akan digelar di aula Banau, Kampus FKIP Unkhair Akehuda, pada 28 Agustus 2026. Kegiatan terbuka untuk umum dengan mengusung tema “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Kota Pusaka.”
Sejumlah tokoh nasional dan daerah dijadwalkan menjadi narasumber, yakni Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Joko Santoso, serta Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia Andi Abubakar.
Selain itu, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila dan Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal. Sementara sambutan pembuka oleh Rektor Unkhair Abdullah W. Jabid.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate, Safia M. Nur, yang juga koordinator seminar nasional, mengatakan persiapan kegiatan telah mencapai 95 persen. Menurutnya, panitia kini tinggal menyelesaikan sejumlah kebutuhan teknis.
“Kami berharap seminar nasional dengan menghadirkan narasumber yang hebat ini dapat dimanfaatkan untuk melihat bagaimana Kota Ternate dari sudut pandang sebagai kota rempah dan budaya hingga Kota Pusaka,” katanya.
Terpisah, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unkhair, Abdul Kadir Kamaluddin, mengatakan kesiapan gedung dan kebutuhan lainnya telah mencapai sekitar 95 persen. Ia menyebutkan peserta seminar berasal dari kalangan mahasiswa, dosen dan masyarakat umum yamg ditargetkan mencapai 500- 800 orang.
“Seminar nasional ini tidak hanya menjadi forum untuk mendiskusikan konsep City Gallery, tetapi juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai bagaimana kota pusaka dapat dikembangkan secara inklusif dengan tetap menjaga nilai sejarah, budaya, identitas, dan karakter masyarakatnya,” ujarnya.
Seminar nasional tersebut mendapat dukungan dari Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Gramedia Ternate, serta Ternate Lokal Produk Serba Usaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....