Rakernas JKPI XII Resmi Dibuka di Benteng Oranje Ternate
- 26 Agt 2026 15:54 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2026 resmi dibuka dan diikuti puluhan kepala daerah dan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia, berlangsung di Benteng Oranje, Rabu 26 Agustus 2026.
Rakernas JKPI ke-XII dijadwalkan berlangsung pada 26-30 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Ternate Episentrum Rempah Dunia.”

Opening ceremony tersebut dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate sekaligus Ketua Panitia JKPI Rizal Marsaoly, Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal, puluhan kepala daerah dan delegasi dari berbagai daerah di Indonesia, Duta Besar Belanda, akademisi, seniman, serta ratusan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, di tengah berbagai tantangan dan problematika pembangunan di sejumlah daerah, khususnya masyarakat perkotaan, identitas budaya lokal yang berbasis nilai-nilai luhur perlu terus diperkuat.
Menurutnya, penguatan kelembagaan sosial dalam bingkai kearifan lokal menjadi bagian penting yang harus terus dipertahankan dalam menghadapi perkembangan zaman.
“City Branding Ternate Kota Rempah adalah sebuah seruan untuk aksi kolektif. Memadukan kebanggaan pada sejarah, kecerdasan dalam berinovasi ekonomi dan perdagangan, serta ketegasan dalam menegakkan politik tata kelola yang bersih dan merakyat. Dengan sinergi seluruh pihak, pemerintah, akademisi, pelaku kreatif, dan masyarakat, Ternate tidak hanya akan kembali dikenal,” katanya.
| Baca juga: Persiapan Rakernas JKPI 2026 Capai 90 Persen |
Ia menambahkan, dalam perspektif jejaring kota pusaka dan dalam rumah bersama, Rakernas JKPI ke-XII di Ternate diharapkan kembali mengukir peran sebagai aktor perubahan bagi peradaban yang bernilai budaya, berdaulat, dan berkeadilan tinggi di mata dunia.
Tauhid menyebut Rakernas JKPI merupakan momentum penting bagi kota-kota pusaka di Indonesia yang pada masa lalu saling terhubung melalui diplomasi, interaksi sosial, ekonomi, politik, dan keagamaan dalam jalur perdagangan rempah.
“Salah satu dimensi menarik dari rangkaian pelaksanaan Rakernas tahun ini adalah Festival Gastronomi dan rangkaian pra-Rakernas, seperti kolaborasi bersama budayawan dan jurnalis,” ujarnya.
Menurutnya, catatan masa lampau merekam bagaimana bangsa Indonesia tumbuh bersama rempah sebagai identitas. Dengan segala kemegahan dan penderitaan sejarahnya, Ternate berdiri sebagai salah satu episentrum penting dari hasrat dunia terhadap rempah-rempah.
Lebih jauh, ia mengatakan sejarah bangsa Indonesia bukan sekadar kisah tentang sebuah titik di peta dunia, melainkan bagian dari poros yang turut menentukan arah perdagangan samudra dan perebutan kekuasaan antarbangsa.
“Karenanya, saatnya kita merevitalisasi dengan kesadaran penuh untuk menjawab tantangan hari ini dan hari esok bagi masa depan bersama dalam tatanan kehidupan masyarakat global yang lebih baik,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....