Geokimia Jadi Kunci Efisiensi Pertambangan Emas, NHM Berbagi Wawasan di UNG

  • 12 Agt 2026 06:33 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Gorontalo - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memperkuat kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan melalui kolaborasi dengan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia Student Chapter Universitas Negeri Gorontalo (MGEI-SC UNG).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui webinar bertajuk “Peran Geokimia dari Tahap Eksplorasi hingga Ekstraksi – Perilaku Unsur dan Hubungan Geokimia dalam Sistem Epitermal Emas Sulfidasi Rendah” yang digelar secara daring pada Rabu 29 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, NHM menghadirkan Superintendent Geology Production, Dharma Irwanda, sebagai pembicara utama. Ia membagikan pengalaman dan pengetahuan praktis mengenai penerapan geokimia dalam industri pertambangan, khususnya pada pengelolaan sumber daya emas.

Dharma menjelaskan, geokimia memiliki posisi strategis dalam berbagai tahapan pertambangan, mulai dari kegiatan eksplorasi, karakterisasi bijih, hingga proses ekstraksi.

Menurutnya, kualitas dan validitas data menjadi faktor penting dalam menghasilkan keputusan yang tepat. Karena itu, penerapan Quality Assurance/Quality Control (QA/QC), analisis data modern, serta pendekatan multidisiplin perlu menjadi bagian dari proses kerja pertambangan.

“Tantangan eksplorasi emas saat ini semakin kompleks sehingga pemanfaatan data geokimia secara optimal menjadi salah satu kunci dalam menemukan mineralisasi baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan bijih,” ujar Dharma dalam keterangan yang diterima rri.co.id, Selasa 11 Agustus 2026.

Ia menilai integrasi antara pemahaman geologi dasar, validasi data, dan pemanfaatan teknologi analitik dapat meningkatkan efektivitas kegiatan pertambangan emas.

“Sinergi antara pemahaman geologi dasar, validitas data melalui QA/QC, dan pemanfaatan alat analitik modern merupakan kunci utama untuk meningkatkan efisiensi pertambangan emas saat ini. Ke depan, saya berharap penerapan ilmu geokimia di industri pertambangan Indonesia dapat semakin terintegrasi secara menyeluruh, mulai dari tahap eksplorasi hingga ekstraksi,” katanya.

Dharma juga menyoroti pentingnya pembelajaran berbasis studi kasus dari kegiatan pertambangan di Indonesia. Salah satunya adalah Endapan Gosowong di Halmahera yang dinilai dapat menjadi referensi untuk memperkaya pemahaman mengenai sistem mineralisasi emas.

“Pembelajaran dari studi kasus komprehensif, seperti Endapan Gosowong di Halmahera, diharapkan dapat mendorong lahirnya penemuan-penemuan endapan emas baru di Indonesia sekaligus mengoptimalkan efisiensi proses ekstraksinya,” lanjutnya.

Kolaborasi NHM dengan MGEI-SC Universitas Negeri Gorontalo ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis di industri.

Melalui kegiatan tersebut, NHM tidak hanya berbagi wawasan mengenai praktik pertambangan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas mahasiswa dan generasi muda yang menekuni bidang geosains serta pertambangan.

Perusahaan berharap transfer pengetahuan semacam ini dapat berkontribusi terhadap lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi perkembangan serta tantangan industri pertambangan di Indonesia.

Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat peran dunia industri dalam mendukung pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda, khususnya dalam menghadapi kebutuhan tenaga profesional di sektor pertambangan yang semakin mengandalkan integrasi data, teknologi, dan pendekatan multidisiplin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....