Timsus Diduga Peras Pengusaha Tambang Ilegal di Halsel
- 24 Agt 2026 22:41 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman didesak untuk mengevaluasi Tim Khusus (Timsus) tambang ilegal yang baru dibentuk. Pasalnya, pembentukan Timsus untuk melakukan pendataan pertambangan yang beroperasi secara ilegal di Halmahera Selatan, malah diduga dimanfaatkan untuk meraup keuntungan dari sejumlah pengusaha.
Informasi yang dihimpun rri.co.id, tim bentukan Kapolda Maluku Utara dibawah kepemimpinan Kasubdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Maluku Utara, Kompol Reinaldo Talo Bulo menyampaikan sprin langsung Kapolda dengan iming-iming mendapatkan sejumlah uang dengan nilai yang bervariasi.
Sejumlah lokasi pertambangan yang beroperasi di tiga Kecamatan di wilayah Halmahera Selatan diantaranya, Kecamatan Obi, kecamatan Obi Barat dan Kecamatan Bacan Barat, semua pengusaha diduga dipatok sejumlah uang dengan total senilai Rp500 juta.
Dari Tiga lokasi pertambangan di Halmahera Selatan. Lokasi yang dilakukan pendataan tersebut adalah lokasi tambang yang beroperasi di desa Anggai Kecamatan Obi, desa Manatahan Kecamatan Obi Barat hingga desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat.
Keluhan ini diungkap langsung semua pengusaha pertambangan di Halmahera Selatan melalui salah satu pengusaha yang tidak mau namanya disebutkan saat dikonfirmasi rri.co.id, Senin, 24 Agustus 2026.
Dirinya mengakui, Timsus yang diutus untuk ke Halmahera Selatan sudah tidak sesuai dengan isi Surat Perintah Tugas (Sprin) Kapolda tentang Timsus yang melakukan pendataan sejumlah lokasi. Pasalnya yang terjadi di lapangan pengusaha diminta untuk membayar sejumlah uang dengan nilai yang berbeda kepada Timsus.
Dirinya juga mengakui, pembayaran sejumlah uang tersebut, diberikan secara terbuka yang diserahkan ke ketua Timsus. Sementara saat ini semua pengusaha masih dipanggil untuk menghadap dengan panggilan klarifikasi.
“Ini membuat sejumlah masyarakat bertanya-tanya dipanggil untuk apa, sementara jumlah uang yang diminta sudah kami serahkan,” katanya.
Dirinya mengakui, selain membawa nama Sprin Kapolda, selama di lapangan, ketua tim juga mempermasalahkan tidak menghadap kepadanya setelah menjabat selama 3 bulan terakhir.
“Saya dipanggil menghadap, setelah saya menghadap saya disampaikan kenapa tidak menghadap saya, Bahkan disampaikan bahwa pergerakan Timsus di lapangan, siapa saja tidak bisa menghentikan terkecuali perintah langsung dari Kapolda karena ada dasar Sprin,” jelasnya.
Lebih lanjut juga mengakui, uang yang telah diserahkan ke Timsus bervariasi dan bertahap dari 3 Kecamatan ada yang bernilai Rp 200 juta, Rp 100 juta, Rp 150 juta dan Rp 50 juta di transfer melalui orang kepercayaan untuk akomodasi dari Ternate ke Halmahera Selatan serta pembayaran tempat menginap.
Lebih kanjut dirinya juga mengakui, bahwa setelah pemberian uang yang diminta, semua pengusaha juga dipanggil menghadap ke Polda, hal ini membuat pengusaha masih kebingungan karena telah dilayangkan undangan diklarifikasi yang berlokasi di kantor Ditreskrimsus Polda Maluku Utara di Ternate.
“Kami ini bingung, kok, sudah berikan uang tapi semua pengusaha disini masih dipanggil untuk menghadap. Saya juga tidak tahu panggilan untuk apa, yang jelas katanya untuk klarifikasi,” ujarnya lagi.
Dari data yang berhasil dikantongi rri.co.id, total uang senilai Rp 500 juta yang diduga diterima Timsus dari tiga lokasi pada pengusaha tambang ilegal di Halmahera Selatan.
Terpisah Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman saat dikonfirmasi rri.co.id di ruang kerjan-nya mengakui, pembentukan Timsus ini untuk melakukan pendataan jumlah aktivitas tambang ilegal agar dapat memfasilitasi masyarakat dalam mengurus Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Kapolda juga mengakui, penertiban tambang rakyat yang dilakukan tersebut, bertujuan untuk mengatasi permasalahan konflik yang terjadi di wilayah pertambangan.
"Makanya kita dorong mereka untuk bersama-sama mengurus WPR. Jadi supaya mereka juga terbantu, masyarakat di situ pun tenang tidak tidak ada konflik lagi," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....