NHM Perkuat ESG melalui Konservasi Mangrove dan Ekonomi Pesisir Halut
- 31 Jul 2026 09:19 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tobelo - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mengintegrasikan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Halmahera Utara, Maluku Utara.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penanaman mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Desa Kao, Selasa 28 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sebagai bagian dari kolaborasi menjaga ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis konservasi.
Penanaman mangrove melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta Komunitas Green Kaidati yang selama ini mengelola kawasan konservasi mangrove di Desa Kao.
Wakil Direktur Operasi sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM, Rara Dodo Lawolo, mengatakan pelestarian mangrove menjadi salah satu implementasi nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan dan berorientasi pada perlindungan lingkungan.
Menurutnya, mangrove memiliki fungsi strategis sebagai penyerap karbon, pelindung wilayah pesisir dari abrasi, sekaligus penyangga keberlanjutan ekosistem yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar. Melalui Komunitas Green Kaidati, NHM juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui dukungan infrastruktur pembibitan mangrove dan pengembangan potensi ekowisata di masa depan,” ujar Rara Dodo Lawolo.
| Baca juga: NHM Pulihkan 232 Hektare Lahan Bekas Tambang |
Selain fokus pada aspek lingkungan, NHM juga mendorong lahirnya nilai ekonomi dari kegiatan konservasi. Perusahaan mendukung pengembangan pembibitan mangrove yang dikelola masyarakat sebagai sumber pendapatan baru sekaligus menopang pengembangan ekowisata berbasis lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Yudihart Noya, yang mewakili Bupati Halmahera Utara, mengapresiasi peran NHM dalam penyelenggaraan Hari Mangrove Sedunia 2026. Ia menilai sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan kawasan pesisir dan keanekaragaman hayati.
Menurut Yudihart, pelestarian mangrove tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga melindungi habitat berbagai satwa, termasuk burung endemik Mamua yang berkembang biak di kawasan tersebut.
Kawasan Ekosistem Esensial Mangrove Desa Kao sendiri memiliki nilai ekologis yang tinggi. Selain mampu menyimpan karbon empat hingga sepuluh kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan, kawasan ini juga menjadi habitat alami berbagai jenis ikan, udang, burung, dan biota laut yang berperan penting dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir.
Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, berharap kebutuhan bibit mangrove dari perusahaan, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, maupun pemangku kepentingan lainnya dapat terus melibatkan kelompok masyarakat setempat.
Menurutnya, permintaan bibit yang berkelanjutan akan menciptakan sumber pendapatan baru bagi anggota komunitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir tanpa mengabaikan upaya pelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, NHM menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik ESG yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....