NHM Optimalkan Sistem Daur Ulang Air di Tambang Emas Gosowong
- 25 Agt 2026 04:20 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Gosowong - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mengembangkan sistem daur ulang air di Tambang Emas Gosowong, Halmahera Utara, Maluku Utara. Perusahaan menargetkan pengurangan penggunaan air proses hingga 30 persen melalui proyek DST Water Recovery & Recycling.
Kebutuhan air untuk proses produksi di Gosowong saat ini mencapai sekitar 5.400 meter kubik per hari. Melalui proyek tersebut, NHM menargetkan efisiensi penggunaan air sebesar 20–30 persen atau sekitar 1.680–1.920 meter kubik per hari.
Tahap awal proyek difokuskan pada pengurangan konsumsi air baku untuk proses penggilingan di pabrik. NHM selanjutnya mengkaji pemanfaatan air daur ulang untuk kebutuhan bawah tanah dan kegiatan pembersihan area pabrik.
Pengembangan sistem tersebut juga membutuhkan sejumlah infrastruktur pendukung, seperti jaringan pipa, katup, dan sambungan. Adapun kebutuhan air untuk camp dan kantor serta proses pemulihan emas masih menggunakan air sungai karena membutuhkan kualitas air tertentu.
Assistant Superintendent—DST & Water Management NHM, Yoga Mei Rizal, mengatakan perusahaan menerapkan prinsip penggunaan air berdasarkan kebutuhan dan kualitas yang diperlukan pada setiap tahapan produksi.
“Prinsip yang kami terapkan adalah menggunakan air sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kebersihannya masing-masing,” kata Yoga.
Menurut dia, air hasil olahan dari fasilitas DST terlebih dahulu dialirkan ke kolam penjernihan sebelum dimanfaatkan dalam proses penggilingan utama. Air sungai masih digunakan untuk tahapan produksi yang mensyaratkan tingkat kejernihan lebih tinggi.
Sistem pengelolaan tersebut mengintegrasikan air hasil olahan dari DST, Polishing Pond, dan RSPK untuk memenuhi sebagian kebutuhan operasional tambang.
Implementasinya dilakukan bertahap, mulai dari perencanaan dan desain teknis hingga pembangunan, uji coba, serta penyempurnaan sistem. NHM menghadapi sejumlah tantangan teknis, antara lain perbedaan elevasi lahan, panjang jaringan distribusi, kualitas air hasil olahan, kapasitas penyimpanan, serta keandalan sistem agar tidak mengganggu kegiatan produksi.
Bagi NHM, proyek ini bukan sekadar upaya menekan konsumsi air, tetapi juga bagian dari strategi menjaga ketahanan pasokan air di kawasan tambang.
General Manager Geology Resources & Support NHM, Denny Lesmana, mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan operasi pertambangan, terutama di wilayah Halmahera Utara.
“Proyek ini menjadi langkah nyata NHM untuk menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang, sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber air di sekitar area tambang,” ujar Denny.
Optimalisasi daur ulang air tersebut juga diarahkan untuk mendukung konservasi lingkungan dan target pengelolaan lingkungan perusahaan melalui program PROPER Hijau.
Dengan proyek ini, NHM mulai menempatkan DST bukan hanya sebagai fasilitas pengeringan limbah tambang, melainkan bagian dari sistem pengelolaan air terpadu. Perusahaan menyatakan akan terus meningkatkan pemanfaatan air hasil daur ulang untuk mendukung operasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....