NHM dan TNI Perkuat Penanganan Stunting di Halmahera Utara

  • 25 Jul 2026 17:07 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tobelo - PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan melalui penanganan stunting di wilayah lingkar tambang. Bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), perusahaan melaksanakan tahap kedua program pemberian makanan tambahan dan edukasi gizi untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Halmahera Utara.

Program tersebut berlangsung selama 7–11 Juli 2026 dan menyasar lima kecamatan, yakni Malifut, Kao Teluk, Kao Utara, Kao, serta Kao Barat. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program tahap pertama yang telah dimulai pada April 2026.

Dalam pelaksanaannya, NHM Peduli menyediakan dukungan logistik, alat ukur pertumbuhan anak, hingga makanan tambahan bergizi dan susu formula yang disesuaikan dengan kebutuhan usia balita.

Tak hanya menyalurkan bantuan nutrisi, program ini juga diisi dengan penyuluhan mengenai gizi seimbang kepada orang tua serta pemantauan berkala untuk memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Salah satu penerima manfaat, Firginita Manganguwi, warga Desa Samsuma, mengaku bantuan makanan tambahan dan susu formula sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anaknya.

“Terima kasih kepada Pak Hi. Robert dan NHM Peduli atas bantuan makanan tambahan yang sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak kami. Kami berharap program ini terus berlanjut,” ujar Firginita.

Kolaborasi dengan TNI menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Komandan Koramil 1508-03/Kao, Kapten Infanteri Frans Rishard Komea, mengatakan personel Babinsa diterjunkan langsung ke desa-desa untuk mendampingi proses distribusi bantuan sekaligus memastikan seluruh sasaran menerima manfaat sesuai data yang telah ditetapkan.

“Kami menempatkan personel Babinsa di wilayah yang memiliki balita berisiko stunting agar penyaluran makanan tambahan dan susu formula berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, penanggung jawab Program Stunting NHM Peduli, Munir Radjabessy, menyebut sinergi antara perusahaan, TNI, dan kader Posyandu mulai menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan evaluasi selama 30 hari setelah pelaksanaan tahap pertama, sejumlah balita penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan dan tinggi badan secara bertahap. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa intervensi gizi yang dilakukan mulai memberikan dampak terhadap tumbuh kembang anak.

Meski demikian, Munir menegaskan keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dicapai melalui bantuan sesaat. Pendampingan berkelanjutan, edukasi kepada keluarga, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar angka stunting terus menurun.

Melalui program ini, NHM berharap dapat mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak di Halmahera Utara sekaligus menunjukkan bahwa sektor pertambangan dapat berkontribusi terhadap pembangunan sosial, khususnya dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....