Mahasiswa dan Dosen Unkhair Dampingi UKS SMP Muhammadiyah 1 Tidore Kepulauan
- 29 Jul 2026 19:14 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tidore - Unit Kesehatan Sekolah (UKS) kini tak lagi sekadar tempat singgah siswa yang sakit. Ruang kecil di sudut sekolah itu perlahan berubah menjadi pusat edukasi hidup sehat bagi seluruh warga sekolah.
Hal itu yang mendorong tim dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun turun langsung ke SMP Muhammadiyah 1 Tidore Kepulauan, Selasa, 14 Juli 2026. Mereka menggelar pendampingan optimalisasi UKS sebagai bagian dari upaya mewujudkan sekolah sehat.
Kegiatan sehari itu diikuti 41 siswa perwakilan kelas VII dan VIII. Selain dosen, sejumlah mahasiswa FKIK Unkhair turut dilibatkan sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tim pengabdian ini dipimpin Apt. Muhammad Zulfian A. Disi, S.Farm., M.Farm., bersama tiga anggota lain, yakni Apt. Abul Khair, S.Farm., M.Si., Apt. M. Fakhrur Rajih H. Yusuf, S.Farm., M.Farm., dan Apt. Marisca Febrianty, S.Farm., M.Si.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Tidore Kepulauan, Samuda, S.Pd., membuka kegiatan dengan mengapresiasi kepedulian Unkhair terhadap layanan kesehatan di sekolahnya. "Pendampingan ini sangat bermanfaat bagi sekolah kami. Tidak hanya melengkapi sarana UKS, tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekolah," ujarnya.
Selama kegiatan, tim menyerahkan sejumlah sarana penunjang untuk memperkuat pelayanan UKS. Para siswa juga mendapat pembekalan seputar fungsi UKS, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Tak hanya itu, tim turut mendata ulang sarana dan prasarana UKS serta mengecek kelayakan peralatan yang ada. Jadwal piket UKS pun disusun ulang dengan melibatkan siswa secara aktif.
Pelatihan berlangsung interaktif lewat praktik langsung penanganan kecelakaan. Siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah dasar memberi bantuan awal sebelum korban mendapat penanganan medis.
Pendekatan berbasis praktik ini membuat siswa lebih memahami peran UKS. Kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi situasi darurat di sekolah pun turut terasah.
Ketua tim pengabdian, Apt. Muhammad Zulfian A. Disi, S.Farm., M.Farm., menegaskan bahwa optimalisasi UKS tak hanya soal fasilitas. Kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya disebut sama pentingnya.
"Kami berharap UKS dapat menjadi pusat edukasi kesehatan di sekolah. Dengan dukungan sarana yang memadai dan keterampilan dasar pertolongan pertama, siswa diharapkan mampu menjadi pelopor budaya hidup sehat sekaligus lebih siap membantu ketika terjadi kondisi darurat," katanya.
Di penghujung kegiatan, tim menggelar post-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program pengabdian berikutnya.
Salah satu peserta, Nabila, mengaku mendapat pengalaman baru dari pelatihan ini. "Saya baru tahu bahwa anggota UKS tidak hanya menjaga ruang kesehatan, tetapi juga harus bisa memberikan pertolongan pertama. Kegiatan ini membuat saya lebih percaya diri untuk membantu teman jika terjadi keadaan darurat di sekolah," ujarnya.
Lewat kegiatan ini, Unkhair berharap UKS SMP Muhammadiyah 1 Tidore Kepulauan semakin optimal sebagai pusat layanan kesehatan sederhana sekaligus wahana edukasi. Dengan fasilitas yang membaik dan keterlibatan aktif siswa, budaya hidup sehat yang berkelanjutan diharapkan dapat tumbuh di lingkungan sekolah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....