Program Genting BKKBN Malut Bantu Keluarga di Tidore

  • 05 Mar 2026 18:58 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, dr. Victor Palimbong, bersama Ketua TP PKK Tidore, Rahmawati Muhammad, menyalurkan bantuan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) kepada keluarga berisiko stunting di Kota Tidore Kepulauan, Rabu 4 Maret 2026.

Bantuan berupa beras, telur, dan susu tersebut merupakan dukungan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, yang disalurkan sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting, khususnya selama bulan Ramadan.

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Victor Palimbong, mengatakan program Genting merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk bersama-sama mencegah stunting.

Menurutnya, program tersebut mengedepankan semangat gotong royong dalam membantu keluarga yang memiliki risiko stunting.

“Program Genting ini menggerakkan berbagai pihak lintas sektor, termasuk swasta, untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan stunting,” ujar Victor dalam keterangannya, Kamis 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pendanaan program ini tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bantuan yang diberikan berasal dari kontribusi berbagai pihak yang terlibat dalam gerakan bersama menurunkan angka stunting.

“Semangatnya adalah gotong royong, karena sumber daya yang digunakan berasal dari dukungan non-APBN dan non-APBD,” katanya.

Victor menambahkan, BKKBN juga memiliki basis data keluarga berisiko stunting atau KRS yang disusun secara rinci berdasarkan nama dan alamat. Data tersebut menjadi acuan dalam menentukan sasaran intervensi program.

Ia menegaskan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi faktor lingkungan dan kondisi sanitasi.

“Stunting bukan semata-mata persoalan makanan. Sekitar 70 persen penyebabnya berkaitan dengan faktor lingkungan atau faktor sensitif lainnya,” ucapnya.

Karena itu, penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh melalui kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta hingga masyarakat.

Melalui program Genting, BKKBN berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam membantu keluarga berisiko stunting sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Maluku Utara dapat berjalan lebih efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....