Gubernur Sherly-Harita Nickel Perkuat Kolaborasi untuk Maluku Utara Berdampak
- 27 Agt 2026 20:39 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sofifi - Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel memperkuat kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, lingkungan, perikanan, dan peningkatan keterampilan generasi muda. Kolaborasi tersebut ditandai melalui kegiatan Temu Sinergi Harita Nickel dan Pemprov Malut di Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan prasasti dan peresmian secara simbolis empat jembatan hasil kolaborasi bersama Tentara Nasional Indonesia, yakni Jembatan Gantung Dodoku Horikiwo di Desa Bobo serta Jembatan Rijang, Jembatan Dial, dan Jembatan Merah Putih Sungai Doko di Desa Gambaru.
Selain itu, diresmikan pula gerai UMKM binaan Harita Nickel di Kantor Gubernur Malut, penandatanganan Nota Kesepahaman bidang pendidikan, sosial, kemasyarakatan, dan lingkungan hidup bersama Universitas Khairun (Unkhair), penyerahan simbolis dua truk sampah untuk Pemkot Ternate dan Pemkab Halmahera Selatan, penyerahan secara simbolis kapal penampung ikan berkapasitas 10 GT untuk kelompok nelayan Soligi, hingga wisuda peserta Program vokasi PELITA Batch IV dan V.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Harita Nickel yang telah menjalin kemitraan dengan Pemprov Malut sejak 2010, tak hanya dalam penyerapan puluhan ribu tenaga kerja tetapi juga penyaluran bantuan kemasyarakatan yang konsisten.

“Kami melihat Harita Nickel sebagai mitra strategis provinsi Maluku Utara. Terima kasih atas kerja sama baiknya yang telah membuka banyak lapangan pekerjaan di Maluku Utara. Hari ini kita juga menandatangani prasasti dan menerima berbagai bantuan CSR yang sangat bermanfaat,” ujar Sherly.
Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, menyambut positif semangat kolaborasi yang terus dibangun bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan menegaskan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama Maluku Utara dengan menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap upaya pemberdayaan dan pembangunan.
"Bagi Harita Nickel, Maluku Utara adalah rumah tempat kami tumbuh dan membangun masa depan bersama. Ukuran keberhasilan keberlanjutan kami bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan sejauh mana kemajuan ini mampu mendekatkan pelayanan, membuka kesempatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Roy.
Dampak nyata program kolaborasi ini dirasakan langsung oleh masyarakat penerima manfaat. Ibrahim, perwakilan kelompok nelayan Desa Soligi, menyampaikan apresiasi atas skema bantuan kapal kapasitas 10 GT yang proses pembangunannya dilakukan dengan melibatkan nelayan dan tenaga kerja lokal.”
“Kapal ini diharapkan akan membantu operasional kami melaut. Semua nelayan Soligi memiliki hak yang sama untuk memanfaatkannya demi meningkatkan penghasilan keluarga,” ucap Ibrahim penuh syukur.
Senada dengan Ibrahim, alumni Program PELITA Batch III asal Desa Soligi, Sri Ayuni Zakaria, mengungkapkan kebanggaannya dapat menuntaskan pelatihan Bahasa Mandarin hingga kini menjalani proses magang di Harita Nickel. Sebagai informasi, PELITA merupakan upaya Harita Nickel meningkatkan keterampilan teknis (hard skill) masyarakat di sekitar area operasional di Pulau Obi.
“Saya sangat bersyukur bisa diikutsertakan dalam kegiatan hari ini dan bertemu langsung dengan Ibu Gubernur. Di hadapan Ibu Sherly dan Bapak Sarbin Sehe, saya berharap program PELITA terus berlanjut dan semakin membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi Obi untuk berkembang,” ujar Sri.
Roy juga menyampaikan kebanggaannya terhadap para wisudawan Program PELITA yang hadir di Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi. Menurutnya, keberhasilan para peserta, khususnya anak-anak muda asal Obi, menjadi bukti bahwa investasi pada peningkatan kapasitas generasi muda dapat membuka peluang yang lebih luas bagi masa depan pulau ini.
“Kami bangga melihat para wisudawan PELITA hari ini hadir di Kantor Gubernur Maluku Utara, terlebih banyak di antara mereka merupakan anak-anak Obi. Bagi kami, peningkatan kapasitas generasi muda Obi akan selalu menjadi salah satu prioritas dalam pemberdayaan masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak muda di sekitar wilayah operasional memiliki kesempatan untuk berkembang, meningkatkan kompetensi, dan mengambil bagian dalam masa depan daerahnya,” ujar Roy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....