Pemkot Tidore Dorong Revitalisasi ORARI, Abdul Hakim: Harus Adaptif di Era Digital
- 20 Jul 2026 20:40 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tidore– Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendorong Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Tidore Kepulauan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat perannya dalam pelayanan masyarakat, khususnya di bidang komunikasi kebencanaan dan pengembangan sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Abdul Hakim Adjam saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan membuka secara resmi Musyawarah Lokal (Muslok) ORARI Lokal Kota Tidore Kepulauan di Kedai 73, Kawasan Kuliner Tugulufa, Sabtu 18 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Abdul Hakim menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar ORARI Lokal Kota Tidore Kepulauan yang terus berupaya menjaga eksistensi organisasi serta menghidupkan kembali aktivitas radio amatir di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi.
Menurutnya, ORARI memiliki peran penting yang hingga kini masih relevan, meski menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan pola komunikasi masyarakat dan kemajuan teknologi digital.
"Kita menyadari bahwa perjalanan ORARI dalam beberapa waktu terakhir menghadapi berbagai tantangan. Perubahan teknologi komunikasi, pergeseran pola komunikasi masyarakat, hingga kevakuman aktivitas organisasi di sejumlah daerah menjadi tantangan yang harus dijawab bersama," ujar Abdul Hakim.
Ia mengatakan, pelaksanaan Musyawarah Lokal harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan organisasi melalui konsolidasi internal, penyusunan program kerja yang lebih terarah, serta pemilihan kepengurusan yang mampu membawa ORARI kembali aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Abdul Hakim, di era digital saat ini ORARI dituntut tidak hanya berfungsi sebagai komunitas pengguna radio amatir, tetapi juga menjadi wadah pengembangan teknologi komunikasi, peningkatan kompetensi anggotanya, serta sarana pengabdian kepada masyarakat.
"Radio amatir harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. ORARI tidak hanya dipandang sebagai organisasi komunikasi menggunakan perangkat radio, tetapi juga sebagai wadah pengembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan media pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemampuan komunikasi radio tetap memiliki nilai strategis, terutama saat terjadi bencana atau kondisi darurat ketika jaringan komunikasi umum mengalami gangguan.
Karena itu, menurutnya, peran ORARI dalam mendukung sistem komunikasi kebencanaan serta pelayanan kemasyarakatan perlu terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas organisasi maupun kompetensi anggotanya.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Hakim juga mengingatkan seluruh anggota ORARI Lokal Kota Tidore Kepulauan agar senantiasa menjaga profesionalisme, mematuhi ketentuan penggunaan frekuensi radio, menjunjung tinggi etika komunikasi, serta terus membangun citra positif organisasi di tengah masyarakat.
Ia juga berpesan kepada kepengurusan yang akan terpilih melalui Musyawarah Lokal agar mampu melakukan revitalisasi organisasi dengan memperkuat solidaritas antaranggota, mendorong regenerasi melalui pelibatan generasi muda, serta menghadirkan berbagai program yang inovatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kepengurusan yang baru harus mampu membawa semangat pembaruan. Perkuat kebersamaan anggota, lakukan regenerasi dengan melibatkan generasi muda, dan hadirkan kegiatan yang nyata sehingga keberadaan ORARI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Abdul Hakim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....