Kacang atau Popcorn, Mana Lebih Aman untuk Gula Darah?
- 16 Sep 2026 14:11 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Saat ingin menikmati camilan yang renyah dan gurih, kacang tanah dan popcorn bisa menjadi pilihan. Namun, bagi penderita diabetes atau orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil, muncul pertanyaan, mana yang lebih baik?
Keduanya memiliki kandungan nutrisi yang berbeda. Kacang tanah lebih tinggi protein dan lebih rendah karbohidrat, sedangkan popcorn mengandung lebih banyak serat dan lebih rendah kalori.
Kacang Tanah Lebih Rendah Karbohidrat
Kacang tanah umumnya lebih bersahabat dengan kadar gula darah karena mengandung lebih banyak protein dan lebih sedikit karbohidrat. Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi makro yang paling berpengaruh terhadap kadar gula darah. Karena itu, makanan dengan kandungan karbohidrat lebih rendah dapat menjadi pilihan ketika seseorang berusaha menjaga kadar gula darah.
Dampak makanan terhadap gula darah antara lain dapat dilihat melalui indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG). Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat dan seberapa besar makanan yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan gula darah. Skor di bawah 55 termasuk kategori rendah, sedangkan skor di atas 70 termasuk tinggi.
Sementara itu, beban glikemik mempertimbangkan jenis karbohidrat sekaligus jumlah karbohidrat dalam satu porsi makanan. Nilai 10 atau kurang termasuk rendah, 11 hingga 19 sedang, dan 20 atau lebih tinggi.
Kacang tanah memiliki IG sekitar 15 dan BG sekitar 2,5. Keduanya termasuk kategori rendah. Sementara itu, popcorn memiliki IG sekitar 55 dan BG sekitar 40,7. Artinya, popcorn berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, sebagaimana disadur dari Health.
Protein dan Lemak Membantu Rasa Kenyang
Kacang tanah juga mengandung protein yang cukup tinggi. Protein dapat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga pelepasan gula ke dalam aliran darah berlangsung lebih bertahap.
Selain protein, kacang tanah mengandung lemak yang relatif tinggi. Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan karbohidrat. Kombinasi protein dan lemak tersebut membuat kacang tanah dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.
Namun, kacang tanah juga memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi. Karena itu, jumlah yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan.
Popcorn Tetap Bisa Menjadi Pilihan
Meski kandungan karbohidratnya lebih tinggi dan proteinnya lebih rendah dibandingkan kacang tanah, popcorn juga memiliki kelebihan. Popcorn yang dibuat dengan udara panas atau air-popped popcorn merupakan sumber serat yang baik.
Satu ons atau sekitar tiga cangkir popcorn air-popped mengandung sekitar 4,11 gram serat. Jumlah tersebut setara sekitar 15 persen kebutuhan serat harian.
Serat berperan dalam memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Kondisi tersebut dapat membantu menghasilkan respons gula darah yang lebih bertahap.
Popcorn juga termasuk biji-bijian utuh dan relatif rendah kalori. Satu ons atau sekitar tiga cangkir popcorn air-popped mengandung sekitar 110 kalori. Namun, manfaat tersebut dapat berkurang jika popcorn ditambahkan banyak mentega, minyak, gula, atau bahan tambahan lainnya.
Perbandingan Kandungan Nutrisi
Dalam satu ons atau sekitar 28 gram, berikut perbandingan kandungan nutrisi kacang tanah mentah dan popcorn air-popped:
Kandungan
Kacang Tanah
Popcorn
Kalori
161
110
Protein
7,31 gram
3,66 gram
Serat
2,41 gram
4,11 gram
Karbohidrat
4,56 gram
22,1 gram
Lemak
13,9 gram
1,29 gram
Data tersebut menunjukkan kacang tanah memiliki lebih banyak kalori, protein, dan lemak, tetapi lebih sedikit karbohidrat. Sementara itu, popcorn memiliki kalori lebih rendah dan serat lebih tinggi, tetapi kandungan karbohidratnya juga jauh lebih tinggi.
Tetap Perhatikan Porsi
Kacang tanah dan popcorn sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, jika harus memilih berdasarkan kandungan protein, lemak, dan karbohidrat, kacang tanah memiliki karakteristik yang lebih mendukung kestabilan gula darah.
Meski demikian, bukan berarti popcorn harus dihindari. Popcorn tanpa tambahan gula, mentega, atau minyak dalam jumlah berlebihan tetap dapat menjadi pilihan camilan. Hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan ukuran porsi.
Mengonsumsi kacang tanah dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori. Sementara konsumsi popcorn dalam porsi besar dapat meningkatkan asupan karbohidrat.
Bagi penderita diabetes, kebutuhan makanan setiap orang juga dapat berbeda. Pengaturan porsi dan jenis makanan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta anjuran tenaga kesehatan.
Dengan memilih bahan yang sederhana, memperhatikan porsi, dan membatasi tambahan gula maupun lemak, kacang tanah maupun popcorn dapat dinikmati sebagai camilan secara lebih bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....