Karbohidrat juga Bisa Pengaruhi Kolesterol, Ini Penjelasannya

  • 05 Agt 2026 09:41 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Banyak orang mengira kadar kolesterol tinggi hanya dipengaruhi oleh konsumsi makanan berlemak seperti mentega atau daging merah. Padahal, menurut ahli gizi, jenis karbohidrat yang dikonsumsi juga memiliki peran penting dalam menentukan kesehatan kolesterol dan jantung.

Menyadur dari Prevention, Seorang ahli diet terdaftar mengungkapkan bahwa salah satu pertanyaan yang paling sering diterimanya adalah mengapa kadar kolesterol tetap tinggi meski seseorang sudah mengurangi konsumsi lemak jenuh. Jawabannya, ternyata tidak selalu berkaitan dengan lemak, tetapi juga bagaimana tubuh memproses karbohidrat.

Karbohidrat dan Kolesterol, Apa Hubungannya?

Kolesterol biasanya diperiksa melalui beberapa indikator, yakni LDL, HDL, dan trigliserida. LDL dikenal sebagai kolesterol "jahat" karena kadar yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, HDL disebut kolesterol "baik" karena membantu membawa kolesterol keluar dari pembuluh darah. Sementara itu, trigliserida merupakan jenis lemak dalam darah yang juga menjadi indikator penting kesehatan jantung.

Karbohidrat lebih banyak memengaruhi kadar trigliserida dibandingkan LDL.

Kelebihan Karbohidrat Diubah Menjadi Lemak

Saat tubuh menerima karbohidrat dalam jumlah lebih banyak daripada yang dibutuhkan sebagai sumber energi, terutama karbohidrat olahan yang mudah dicerna, hati akan mengubah kelebihan tersebut menjadi trigliserida.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi karbohidrat olahan dan gula tambahan berkaitan dengan meningkatnya kadar trigliserida. Sebaliknya, mengurangi konsumsi makanan tersebut sering kali mampu menurunkan trigliserida hanya dalam beberapa minggu.

Minuman manis dan minuman beralkohol juga diketahui dapat meningkatkan kadar trigliserida sehingga perlu dibatasi, terutama bagi mereka yang memiliki hasil pemeriksaan darah kurang baik.

Pengaruh terhadap LDL dan HDL

Hubungan karbohidrat dengan LDL dan HDL memang tidak sesederhana trigliserida. Konsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah tinggi dapat menurunkan kadar HDL atau kolesterol baik. Selain itu, mengganti lemak jenuh dengan karbohidrat olahan ternyata tidak terbukti memberikan manfaat besar dalam menurunkan risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, mengganti karbohidrat olahan dengan makanan utuh yang kaya serat dapat membantu memperbaiki profil kolesterol secara keseluruhan.

Tidak Semua Karbohidrat Sama

Pakar gizi menegaskan bahwa jenis karbohidrat jauh lebih penting daripada sekadar jumlahnya. Misalnya, donat dan semangkuk oatmeal sama-sama mengandung karbohidrat, tetapi tubuh memproses keduanya dengan cara yang sangat berbeda.

Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, minuman bersoda, sereal manis, dan camilan kemasan mudah dicerna sehingga menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan pembentukan trigliserida. Makanan tersebut juga umumnya rendah serat sehingga lebih mudah dikonsumsi berlebihan.

Sebaliknya, karbohidrat dari makanan utuh seperti oat, kacang-kacangan, lentil, buah, sayuran, serta biji-bijian utuh mengandung serat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Serat Larut Bantu Turunkan Kolesterol

Serat larut yang terdapat pada oat, barley, apel, jeruk, dan kacang-kacangan telah terbukti membantu menurunkan kadar LDL. Serat bekerja dengan mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga penyerapannya ke dalam tubuh menjadi lebih sedikit. Selain itu, makanan tinggi serat dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mendukung kadar trigliserida yang lebih sehat.

Memperbanyak konsumsi makanan kaya serat, seperti sayuran, buah, gandum utuh, oat, kacang-kacangan, dan lentil. Di sisi lain, konsumsi minuman manis, roti putih, makanan ringan kemasan, dan aneka kue sebaiknya dibatasi.

Aktivitas fisik secara rutin juga membantu meningkatkan kadar HDL sekaligus menurunkan trigliserida. Bagi mereka yang memiliki trigliserida tinggi, mengurangi konsumsi alkohol juga dapat memberikan manfaat.

Pola Makan Lebih Penting daripada Menghindari Karbohidrat

Karbohidrat bukanlah musuh yang harus dihindari sepenuhnya. Yang terpenting adalah memilih sumber karbohidrat yang tepat. Karbohidrat olahan dan tinggi gula lebih berisiko meningkatkan trigliserida, sedangkan karbohidrat utuh yang kaya serat justru mendukung kesehatan kolesterol dan jantung.

Jika hasil pemeriksaan kolesterol belum sesuai harapan, cobalah mengevaluasi jenis karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari, bukan hanya berfokus pada lemak. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten terbukti lebih mudah dipertahankan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....