Enam Suplemen yang Sering Dipilih Dokter, Apa Saja?

  • 11 Agt 2026 09:57 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Mengonsumsi suplemen kini menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Ada yang menggunakannya untuk menjaga kesehatan tulang, meningkatkan kualitas tidur, mendukung kesehatan jantung, hingga membantu memenuhi kebutuhan serat.

Meski begitu, suplemen bukan pengganti pola makan sehat. Dokter umumnya menyarankan kebutuhan nutrisi dipenuhi terlebih dahulu melalui makanan. Suplemen lebih tepat digunakan untuk membantu mengisi kekurangan nutrisi tertentu.

Berikut enam jenis suplemen yang disebut kerap digunakan oleh sejumlah dokter, disadur dari dari Self, Selasa ( 11/8/2026).

1. Vitamin D

Vitamin D berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D juga dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan.

Menyadur dari sumber yang sama, Lawrence Green, MD, seorang dokter spesialis kulit dan profesor klinis di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington, menyebut vitamin D sebagai salah satu nutrisi yang dalam kondisi tertentu memang dapat membutuhkan tambahan dari suplemen. Pasalnya, tidak banyak makanan yang mengandung vitamin D dalam jumlah tinggi.

“memang merupakan nutrisi yang perlu kita dapatkan melalui suplemen,” jelas nya.

Vitamin D3 atau kolekalsiferol umumnya lebih banyak direkomendasikan dibandingkan vitamin D2 karena lebih efektif meningkatkan kadar vitamin D dalam darah.

Karena vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak, mengonsumsinya bersama makanan yang mengandung lemak dapat membantu proses penyerapannya.

2. Kalsium

Kalsium dikenal sebagai mineral penting untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang serta gigi.

Asupan kalsium menjadi perhatian khusus bagi perempuan yang memasuki usia 40-an dan mendekati masa perimenopause atau menopause. Perubahan hormonal pada periode tersebut dapat meningkatkan risiko kehilangan massa tulang.

Kebutuhan kalsium sebisa mungkin dipenuhi melalui makanan. Namun, suplemen dapat dipertimbangkan jika asupan dari makanan tidak mencukupi.

Jenis kalsium juga perlu diperhatikan. Kalsium karbonat sebaiknya dikonsumsi bersama makanan karena membutuhkan asam lambung untuk diserap. Sementara kalsium sitrat dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

3. Magnesium

Magnesium merupakan mineral yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh. Beberapa dokter menggunakannya untuk membantu mendukung kualitas tidur, pemulihan otot, hingga mengurangi risiko migrain.

Menyadur dari sumber yang sama, Dokter Raquel Zemtsov, misalnya, menggunakan magnesium untuk membantu mencegah gejala migrain. Sementara dokter lainnya memanfaatkannya sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur.

Namun, jenis magnesium dapat memberikan efek yang berbeda. Magnesium glisinat dinilai lebih mudah ditoleransi oleh sebagian orang dan cenderung lebih ringan bagi sistem pencernaan dibandingkan beberapa jenis lainnya.

Meski demikian, kebutuhan setiap orang berbeda. Magnesium oksida, misalnya, dapat menjadi pilihan dalam kondisi tertentu seperti migrain.

4. Omega-3

Asam lemak omega-3 merupakan lemak tak jenuh ganda yang berperan penting dalam mendukung kesehatan jantung. Suplemen omega-3 yang umum ditemukan antara lain minyak ikan dan minyak krill.

Sejumlah dokter memilih mengonsumsi omega-3 karena sifat antiinflamasinya serta kaitannya dengan kesehatan otak. Namun, suplemen ini tidak selalu diperlukan oleh semua orang.

Karena omega-3 merupakan lemak, mengonsumsinya bersama makanan yang mengandung lemak dapat membantu penyerapannya.

5. Zat Besi

Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin. Protein dalam sel darah merah tersebut bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, terutama ketika tubuh tidak mampu memenuhi kebutuhan zat besi untuk pembentukan sel darah merah. Kondisi ini cukup sering menjadi perhatian pada perempuan karena kehilangan darah selama menstruasi.

Dokter Raquel Zemtsov mengatakan, dirinya terkadang menggunakan suplemen zat besi ketika asupan dari makanan belum mencukupi dan mengalami kekurangan zat besi.

“Terkadang, meskipun saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk mencari makanan yang kaya akan zat besi, saya tetap mengalami kekurangan zat besi,” ujar Zemstop, dikutip dari sumber yang sama.

Penyerapan zat besi juga dapat dibantu dengan vitamin C. Karena itu, mengonsumsi makanan sumber vitamin C bersamaan dengan sumber zat besi dapat menjadi salah satu cara mendukung penyerapannya.

6. Serat

Serat merupakan jenis karbohidrat yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Serat membantu menjaga kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, membuat kenyang lebih lama, serta membantu menjaga kadar gula darah. Serat juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol "jahat".

Tambahan serat dapat bermanfaat bagi orang yang belum mampu memenuhi kebutuhan serat hariannya melalui makanan.

Namun, peningkatan asupan serat sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mengonsumsi serat dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan gas dan kembung.

Selain itu, konsumsi air juga perlu ditingkatkan karena serat membutuhkan cukup cairan agar dapat bekerja dengan baik.

Suplemen Bukan Pengganti Pola Makan

Suplemen sebaiknya digunakan untuk tujuan yang jelas, misalnya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ketika terdapat kekurangan tertentu.

Suplemen sebagai cara untuk mengisi celah dalam pola makan, bukan sebagai pengganti makanan bergizi, tidur cukup, olahraga, maupun perawatan medis yang berdasarkan bukti ilmiah.

Sebelum mengonsumsi suplemen, masyarakat juga disarankan berkonsultasi dengan dokter, terutama jika sedang mengonsumsi obat tertentu. Label "alami" pada suatu produk juga tidak otomatis berarti produk tersebut aman.

Selain itu, pilih produk dari produsen yang memiliki reputasi baik dan, bila memungkinkan, memiliki pengujian dari pihak ketiga.

Jangan Berlebihan

Mengonsumsi suplemen dalam jumlah berlebihan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Misalnya, terlalu banyak kalsium dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan gangguan kardiovaskular pada kondisi tertentu.

Kelebihan vitamin D juga dapat menyebabkan peningkatan penyerapan kalsium secara berlebihan dan menimbulkan dampak kesehatan.

Karena itu, kebutuhan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Yang paling penting bukan mengonsumsi sebanyak mungkin suplemen, melainkan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi melalui pola makan yang seimbang dan gaya hidup sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....