Benarkah Makanan Panas Tak Boleh Langsung Masuk Kulkas?

  • 23 Agt 2026 15:28 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Menyimpan makanan sisa dengan benar penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan. Namun, apakah makanan yang baru matang dan masih panas harus langsung dimasukkan ke dalam kulkas?

Melansir Self, Ahli keamanan pangan dari University of Rhode Island, Nicole Richard, MS, dan pakar ilmu pangan dari Rutgers University, Dr.Donald Schaffner, PhD, menjelaskan bahwa makanan memang perlu segera didinginkan, tetapi tidak berarti harus langsung dimasukkan ke dalam kulkas saat masih sangat panas.

Jangan Biarkan Makanan Terlalu Lama di Suhu Ruang

Makanan yang berada pada suhu antara 4 hingga 60 derajat Celsius atau yang dikenal sebagai danger zone dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya.

Dua bakteri yang perlu diwaspadai pada makanan matang adalah Clostridium perfringens dan Bacillus cereus. Keduanya dapat menghasilkan spora yang mampu bertahan pada suhu tinggi.

Karena itu, makanan sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam sebelum disimpan.

Tidak Perlu Langsung Masukkan Panci Panas ke Kulkas

Memasukkan makanan yang masih sangat panas langsung ke dalam kulkas bukan berarti membuatnya lebih cepat dingin. Menurut Schaffner, makanan panas dapat mendingin hampir sama cepatnya ketika diletakkan sebentar pada suhu ruang.

Selain itu, meletakkan panci atau wadah yang sangat panas di atas rak kaca kulkas berpotensi menyebabkan kerusakan akibat perubahan suhu secara tiba-tiba.

Makanan yang sangat panas juga dapat meningkatkan suhu bagian dalam kulkas untuk sementara. Meski demikian, kenaikan tersebut umumnya tidak berlangsung cukup lama untuk membuat makanan lain menjadi tidak aman.

Cara Menyimpan Makanan Sisa yang Lebih Aman

Hal yang lebih penting adalah bagaimana makanan tersebut disimpan. Jangan langsung memasukkan satu panci besar berisi sup, semur, atau potongan daging ke dalam kulkas.

Sebaiknya, bagi makanan menjadi beberapa wadah yang dangkal, dengan ketebalan makanan sekitar 5 sentimeter atau kurang. Wadah yang lebih dangkal membantu makanan mendingin lebih cepat sehingga mengurangi waktu berada dalam danger zone.

Saat makanan masih hangat, wadah dapat dibiarkan sedikit terbuka atau ditutup longgar agar panas dan uap air dapat keluar. Setelah makanan dingin, tutup rapat untuk mencegah kontaminasi silang.

Posisi penyimpanan juga perlu diperhatikan. Makanan sisa dapat ditempatkan di rak paling atas kulkas sehingga tidak berisiko memanaskan makanan yang berada di atasnya.

Jadi, makanan panas tidak harus langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Yang terpenting adalah jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang dan simpan dalam wadah yang memungkinkan makanan cepat dingin.

Cara sederhana ini penting terutama ketika menyimpan makanan berbahan daging, unggas, nasi, pasta, atau makanan dalam jumlah besar. Dengan penyimpanan yang tepat, risiko pertumbuhan bakteri dan keracunan makanan dapat diminimalkan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....