Orang Tua Perlu Memaksa Anak Menghabiskan Makanan? Ini Kata Psikolog
- 25 Jul 2026 14:15 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Banyak orang dewasa tumbuh dengan aturan menghabiskan makanan di piring sebelum meninggalkan meja makan. Namun, apakah kebiasaan tersebut masih tepat diterapkan kepada anak-anak?
Perdebatan mengenai hal ini kembali mencuat setelah sebuah diskusi di forum Reddit r/Parenting menarik perhatian ribuan orang tua. Mayoritas berpendapat bahwa anak tidak seharusnya dipaksa menghabiskan makanan jika sudah merasa kenyang.
Melansir dari Parents, Psikolog sekaligus eating disorder recovery coach, Dr. Lara Zibarras, menilai memaksa anak menghabiskan makanan justru dapat mengganggu kemampuan mereka mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami.
"Ketika anak dipaksa menghabiskan makanan, mereka belajar mengabaikan sinyal kenyang dari tubuhnya. Akibatnya, mereka terbiasa makan melebihi kebutuhan," ujarnya.
Menurutnya, nafsu makan anak dapat berubah setiap hari. Ada kalanya mereka makan lebih banyak karena sedang dalam masa pertumbuhan atau lebih aktif bermain, namun di hari lain mereka mungkin memang tidak terlalu lapar.
Dr. Zibarras juga mengingatkan jika kebiasaan memaksa anak makan berisiko memengaruhi kemampuan mengatur pola makan saat dewasa. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat meningkatkan kecemasan terhadap makanan hingga memicu gangguan makan (eating disorder).
Sebagai gantinya, orang tua disarankan membantu anak mengenali sinyal lapar dan kenyang. Misalnya dengan mengajak anak menjelaskan bagaimana rasa lapar yang mereka rasakan, atau menilai tingkat lapar mereka menggunakan skala sederhana.
Selain itu, orang tua juga dapat memberi contoh dengan mengungkapkan kapan mereka merasa lapar atau sudah kenyang. Cara ini membantu anak memahami bahwa setiap orang memiliki kebutuhan makan yang berbeda.
Kurangi Porsi, Bukan Memaksa
Kekhawatiran lain yang sering muncul adalah makanan terbuang sia-sia ketika anak tidak menghabiskan isi piringnya. Menurut Dr. Zibarras, solusi terbaik bukanlah memaksa anak makan, melainkan mengatur porsi sejak awal.
Orang tua dapat menyajikan makanan dalam porsi lebih kecil terlebih dahulu, kemudian menambahnya jika anak masih lapar. Anak juga bisa dilibatkan saat mengambil makanan sendiri agar belajar memperkirakan porsi yang sesuai.
Jika masih ada sisa makanan, sebaiknya disimpan untuk disantap pada waktu makan berikutnya, bukan langsung dibuang.
Pada akhirnya, membangun hubungan yang sehat dengan makanan sejak dini dinilai lebih penting daripada memastikan piring selalu kosong. Dengan menghargai sinyal alami tubuh, anak dapat tumbuh dengan kebiasaan makan yang lebih baik sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap pilihan makanannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....