Mengenal Mindfulness, Manfaat dan Cara Menerapkannya Sehari-hari
- 15 Sep 2026 14:39 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Istilah mindfulness kembali menjadi perhatian setelah dibahas Maudy Ayunda dalam kontennya mengenai cara menjaga kesehatan mental di tengah banyaknya berita dan informasi yang beredar. Konsep ini pada dasarnya mengajak seseorang untuk lebih sadar terhadap apa yang sedang dialami saat ini.
Mindfulness bukan berarti harus selalu merasa tenang atau terbebas dari masalah. Praktik ini lebih berkaitan dengan kemampuan menyadari pikiran, perasaan, dan kondisi di sekitar tanpa terburu-buru memberikan penilaian.
Mindfulness Menurut APA
Dikutip dari American Psychological Association (APA), mindfulness merupakan kesadaran terhadap kondisi internal diri dan lingkungan sekitar. Konsep tersebut dapat diterapkan dalam berbagai pendekatan psikologis. Seseorang dilatih untuk mengamati pikiran, emosi, dan pengalaman yang sedang berlangsung tanpa langsung memberikan penilaian atau bereaksi secara otomatis.
APA juga menjelaskan bahwa mindfulness memiliki dua unsur penting, yakni perhatian dan penerimaan. Perhatian berarti memusatkan kesadaran pada pengalaman saat ini, seperti napas, pikiran, perasaan, maupun sensasi tubuh. Sementara penerimaan berarti mengamati pengalaman tersebut tanpa menghakimi.
Dengan demikian, seseorang tidak harus menghilangkan pikiran negatif untuk melakukan mindfulness. Pikiran atau emosi yang tidak menyenangkan tetap dapat muncul, tetapi seseorang belajar menyadarinya tanpa langsung terbawa oleh reaksi tersebut.
Apa Manfaat Mindfulness?
Mindfulness banyak dipelajari dalam bidang psikologi karena berkaitan dengan kemampuan mengelola perhatian dan respons terhadap pengalaman sehari-hari.
Sejumlah penelitian yang dirangkum APA menunjukkan bahwa praktik mindfulness dapat membantu mengurangi stres dan mendukung kesehatan mental. Mindfulness juga dikaitkan dengan peningkatan kemampuan konsentrasi, kejernihan mental, pengendalian diri, serta kemampuan menerima pengalaman secara lebih terbuka.
Dalam praktiknya, mindfulness dapat membantu seseorang mengambil jeda sebelum memberikan respons terhadap situasi yang membuat emosi meningkat.
Misalnya, ketika menerima berita yang membuat cemas atau membaca komentar yang memicu kemarahan, seseorang dapat berhenti sejenak, mengenali perasaan yang muncul, kemudian menentukan respons dengan lebih sadar.
Tidak Harus Dilakukan dengan Meditasi
Mindfulness sering dikaitkan dengan meditasi. Namun, penerapannya tidak terbatas pada kegiatan tersebut. Mindfulness dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sehari-hari dengan memberikan perhatian penuh pada apa yang sedang dikerjakan.
Saat makan, misalnya, seseorang dapat memperhatikan rasa, aroma, tekstur, dan proses mengunyah makanan. Ketika berjalan, perhatian dapat diarahkan pada langkah kaki, pernapasan, serta kondisi lingkungan sekitar.
Latihan pernapasan dan meditasi juga dapat digunakan untuk melatih perhatian terhadap kondisi saat ini. APA menyebut latihan seperti pernapasan, yoga, dan panduan meditasi sebagai beberapa cara yang dapat membantu seseorang mempraktikkan mindfulness.
Cara Sederhana Menerapkan Mindfulness
Mindfulness dapat dimulai dengan latihan sederhana selama beberapa menit.
Pertama, pilih tempat yang relatif tenang dan duduk dalam posisi nyaman.
Kedua, arahkan perhatian pada pernapasan. Rasakan udara ketika masuk dan keluar tanpa perlu mengubah pola napas.
Ketiga, ketika pikiran mulai beralih kepada pekerjaan, masalah, atau kejadian lainnya, sadari hal tersebut tanpa menyalahkan diri sendiri.
Keempat, secara perlahan kembalikan perhatian kepada napas atau aktivitas yang sedang dilakukan. Latihan tersebut dapat dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Mindfulness Bukan Berarti Mengabaikan Masalah
Penerapan mindfulness juga tidak berarti seseorang harus menghindari masalah atau berpura-pura selalu positif. Sebaliknya, mindfulness mengajarkan seseorang untuk menyadari apa yang sedang terjadi, termasuk ketika muncul rasa sedih, marah, kecewa atau cemas.
Dengan menyadari emosi tersebut, seseorang memiliki kesempatan untuk memilih bagaimana akan meresponsnya, bukan sekadar bereaksi secara spontan.
Karena itu, pembahasan mindfulness yang disampaikan Maudy Ayunda dapat dipahami sebagai ajakan untuk lebih sadar terhadap kondisi diri dan tidak terus-menerus larut dalam berbagai informasi yang muncul setiap hari.
Pada akhirnya, mindfulness bukan tentang mengosongkan pikiran, melainkan belajar hadir dan menyadari pengalaman yang sedang berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....