Ancaman Penyakit Jantung pada Perempuan Kian Meningkat
- 07 Apr 2026 11:19 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Jumlah perempuan yang hidup dengan penyakit kardiovaskular diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa dekade ke depan jika upaya pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat. Hal ini diungkapkan oleh American Heart Association dalam laporan ilmiah terbarunya mengutip dari Today.
Berdasarkan analisis tren dari sejumlah survei kesehatan nasional serta proyeksi pertumbuhan penduduk, proporsi perempuan yang mengalami setidaknya satu jenis penyakit kardiovaskular diprediksi meningkat signifikan, dari 10,7% pada 2020 menjadi 14,4% pada 2050.
Saat ini, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian utama pada perempuan. Jenis yang paling sering terjadi adalah penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika penumpukan plak di pembuluh darah menghambat aliran darah ke jantung. Selain itu, gangguan lain seperti gagal jantung, fibrilasi atrium, dan stroke juga termasuk dalam kelompok penyakit ini.
Presiden American Heart Association, Stacey Rosen, menilai temuan ini sebagai peringatan serius. Ia menekankan bahwa meskipun kemajuan pengobatan sudah cukup pesat, pendekatan terhadap pencegahan dan deteksi dini masih perlu ditingkatkan.
Proyeksi Berdasarkan Data Nasional
Kajian ini mengacu pada data dari National Health and Nutrition Examination Survey serta Medical Expenditure Panel Survey, yang mengumpulkan informasi terkait kondisi kesehatan, pola makan, hingga penggunaan layanan medis masyarakat.
Dengan memadukan data tersebut dan proyeksi sensus, para peneliti memperkirakan peningkatan berbagai jenis penyakit kardiovaskular pada perempuan dewasa, di antaranya:
Penyakit jantung koroner diperkirakan naik dari 6,9% menjadi 8,2%
Gagal jantung dari 2,5% menjadi 3,6%
Stroke dari 4,1% menjadi 6,7%
Fibrilasi atrium dari 1,6% menjadi 2,3%
Menurut ahli jantung Karen Joynt Maddox, peningkatan ini salah satunya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah populasi usia lanjut dikutip dari Program Acara Today's Checlist (25/02/26).
Faktor Risiko Kian Meluas
Selain faktor penuaan, peningkatan kasus juga dipicu oleh tingginya angka diabetes, obesitas, dan hipertensi. Jika tren ini terus berlanjut, prevalensi tekanan darah tinggi pada perempuan dewasa diperkirakan meningkat dari 48,6% menjadi 59,1% pada 2050. Angka diabetes juga diprediksi melonjak dari 14,9% menjadi 25,3%, sementara obesitas meningkat dari 43,9% menjadi 61,2%.
Yang menjadi perhatian, faktor risiko ini kini juga banyak ditemukan pada perempuan usia muda, yakni 20 hingga 40 tahun. Bahkan, tingkat obesitas pada anak perempuan diproyeksikan naik cukup tajam. “Kondisi ini berpotensi membuat perempuan mengalami penyakit jantung di usia yang lebih dini,” ungkap Joynt Maddox. Meski ada sedikit perbaikan dalam pola makan dan aktivitas fisik serta penurunan angka merokok, masalah lain justru muncul, seperti meningkatnya gangguan tidur pada perempuan.
Selain itu, dampak dari tren negatif ini diperkirakan lebih besar dirasakan oleh kelompok perempuan dari latar belakang ras tertentu, seperti kulit hitam, Hispanik, masyarakat adat, dan multiras. Laporan ini juga mencatat bahwa penggunaan obat golongan GLP-1, yang kini populer untuk menurunkan berat badan dan mengontrol diabetes, belum dimasukkan dalam proyeksi. Padahal, beberapa penelitian menunjukkan obat ini dapat membantu menurunkan risiko serangan jantung berulang. Namun, efektivitas jangka panjang serta keamanannya masih perlu dikaji lebih lanjut. Selain itu, harga yang relatif mahal membuat akses terhadap obat ini belum merata.
Pentingnya Langkah Pencegahan
Para ahli menegaskan bahwa risiko penyakit jantung sebenarnya dapat ditekan sejak dini melalui pemeriksaan rutin, kepatuhan terhadap pengobatan, serta penerapan pola hidup sehat. Perhatian juga perlu diberikan pada fase penting dalam kehidupan perempuan, seperti kehamilan dan menopause, yang sering kali disertai perubahan kondisi kesehatan.
“Sebagian besar risiko penyakit jantung bisa dicegah, dan langkah awalnya adalah meningkatkan kesadaran,” ujar Rosen.
Peningkatan kasus penyakit kardiovaskular pada perempuan menjadi alarm bagi dunia kesehatan. Tanpa intervensi yang tepat, jumlah penderita diperkirakan akan terus bertambah, sehingga upaya pencegahan sejak dini menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....