Berhenti Merokok Tingkatkan Peluang Paru-Paru Lebih Sehat

  • 21 Jun 2026 16:41 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Banyak orang mengira kerusakan paru-paru akibat merokok bersifat permanen. Namun, penelitian terbaru menunjukkan paru-paru memiliki kemampuan untuk memperbaiki sebagian kerusakan setelah seseorang berhenti merokok. Meski demikian, kemampuan tersebut tidak berarti seluruh dampak buruk rokok dapat hilang sepenuhnya.

Mengutip dari The Guardian, Kepala Kelompok Penelitian Perkembangan dan Penyakit Paru di Imperial College London, Dr. Charlotte Dean, mengatakan selama bertahun-tahun para ilmuwan menganggap paru-paru tidak dapat beregenerasi. Kini, anggapan tersebut telah berubah.Dean mengatakan Paru-paru ternyata memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri ketika seseorang berhenti merokok

Paru-Paru Memiliki Mekanisme Perbaikan Alami

Menurut Dean, setiap kali seseorang menghirup asap rokok, jaringan paru-paru mengalami kerusakan akibat paparan ribuan zat kimia beracun. Namun, paru-paru secara alami memiliki mekanisme untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

Kemampuan tersebut berkembang karena paru-paru setiap hari menghadapi berbagai ancaman, seperti polusi udara, bakteri, maupun virus. Sebagai organ vital yang memasok oksigen ke seluruh tubuh, paru-paru memiliki sistem pertahanan dan perbaikan yang cukup kuat.

Meski demikian, kemampuan itu memiliki batas. Paparan asap rokok maupun uap rokok elektronik (vape) secara terus-menerus dapat melebihi kapasitas alami paru-paru dalam melakukan regenerasi.

Berhenti Merokok Bukan Berarti Risiko Hilang

Dean menegaskan berhenti merokok tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan paru-paru. Namun, bukan berarti seluruh risiko penyakit langsung menghilang.

Menurutnya, kebiasaan merokok dapat memicu perubahan genetik, mutasi sel, maupun kerusakan jaringan yang bersifat menetap. Dampak tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit paru kronis hingga kanker paru di kemudian hari.

Selain itu, kemampuan regenerasi paru-paru setiap orang berbeda-beda. Faktor usia, kondisi kesehatan, serta lamanya seseorang merokok turut memengaruhi proses pemulihan.

Semakin Cepat Berhenti, Semakin Baik

Dean menganjurkan perokok untuk menghentikan kebiasaan tersebut sedini mungkin. Seiring bertambahnya usia, kemampuan jaringan paru-paru untuk memperbaiki diri akan semakin menurun, sebagaimana proses penyembuhan tulang yang menjadi lebih lambat pada usia lanjut.

Karena itu, semakin cepat seseorang berhenti merokok, semakin besar peluang paru-paru mempertahankan fungsinya dengan baik.

Olahraga Dukung Fungsi Paru-Paru

Selain berhenti merokok, menerapkan gaya hidup sehat juga berperan penting dalam menjaga fungsi paru-paru.

Dean menjelaskan olahraga secara rutin membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dalam melakukan pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Aktivitas fisik juga membuat tubuh lebih efisien dalam menyalurkan oksigen ke seluruh jaringan.

Olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, maupun jogging ringan dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan. Berhenti merokok memang memberikan kesempatan bagi paru-paru untuk memperbaiki sebagian kerusakan yang telah terjadi. Namun, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua dampak merokok dapat dipulihkan sepenuhnya.

Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan merokok sedini mungkin, menghindari paparan asap rokok, rutin berolahraga, serta menjalani pola hidup sehat menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan paru-paru hingga usia lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....