Kendalikan Harga Pasar, Bulog Distribusikan 295.973 Liter MinyaKita di Solo
- 11 Mei 2026 20:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Perum Bulog Cabang Surakarta memperluas jangkauan distribusi minyak goreng bersubsidi, MinyaKita, ke sejumlah pasar tradisional di Kota Solo. Langkah ini diambil guna mengendalikan harga di tingkat konsumen agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta, Nanang Harianto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 295.973 liter MinyaKita di wilayah Solo. Alokasi terbesar menyasar Pasar Legi dengan jumlah 194.000 liter, disusul Pasar Nusukan 81.000 liter, serta Pasar Jongke dan Pasar Gede masing-masing sebanyak 20.000 liter.
"Kami terus memperluas distribusi untuk menjaga stabilitas harga. Saat ini, Bulog bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo dan Satgas Pangan Polresta Surakarta juga melakukan sosialisasi serta monitoring di Pasar Kadipolo," ujar Nanang saat memantau distribusi di Pasar Kadipolo, Senin 11 Mei 2026.
| Baca juga: Membuat Minyak Kelapa Sendiri di Rumah |
Nanang menjelaskan, Pasar Kadipolo sebelumnya belum menjadi lokasi pengecer resmi. Oleh karena itu, Bulog bekerja sama dengan pengelola pasar melakukan pendataan pedagang. Syarat utama untuk menjadi pengecer resmi adalah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
"Ada sekitar 17 pedagang di Pasar Kadipolo yang kini menerima distribusi rutin setiap minggu. Masing-masing mendapatkan alokasi 10 hingga 20 karton atau sekitar 120 hingga 240 liter, menyesuaikan ketersediaan stok," katanya.
Berdasarkan Sistem Pantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), HET MinyaKita saat ini dipatok sebesar Rp15.700 per liter. Bulog menyalurkan ke pengecer dengan harga Rp14.500 per liter, sehingga pedagang wajib menjual sesuai ketentuan pemerintah.
Saat ini, stok MinyaKita di gudang Bulog Surakarta mencapai 88.000 liter dan akan segera mendapat tambahan pasokan sebanyak 24.000 liter dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pengembangan Dinas Perdagangan Kota Solo, Arik Rahmadhani, menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan bersama Satgas Pangan. Meski secara umum harga stabil, pihaknya menemukan di beberapa pasar non-pantauan harga MinyaKita masih menyentuh Rp20.000 per liter.
"Untuk menekan harga, Pemerintah Kota Surakarta juga menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di 15 kelurahan secara bergantian. Di GPM, MinyaKita dijual lebih murah yakni Rp15.500 per liter, selain komoditas lain seperti beras SPHP, gula, dan tepung terigu," kata Arik.
Dukungan distribusi langsung dari Bulog ini disambut baik oleh para pedagang. Sumi, salah satu pedagang sembako di Pasar Kadipolo, mengaku sangat terbantu. Sebelumnya, ia harus membeli dari distributor dengan harga tinggi.
"Dulu dari distributor bisa Rp230.000 per karton, sehingga kami terpaksa jual sampai Rp21.000 per liter. Dengan adanya distribusi langsung dari Bulog, harga beli kami jauh lebih rendah dan harga ke konsumen otomatis bisa turun," kata Sumi. (SF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....