Stok Langka-Harga Rp20 Ribu, Bulog Usulkan Tambahan Kuota Distribusi Minyakita
- 02 Mei 2026 09:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Perum Bulog secara resmi mengusulkan penambahan kuota distribusi minyak goreng subsidi, Minyakita. Langkah ini diambil guna merespons kondisi pasar yang mulai tidak stabil, di mana harga Minyakita di beberapa wilayah dilaporkan menembus angka Rp20.000 per kemasan dan keberadaannya mulai langka.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, saat melakukan kunjungan kerja di Gudang Bulog Duyungan, Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Kamis 30 April lalu.
Sri Muniati mengungkapkan bahwa saat ini Bulog memiliki keterbatasan dalam mengintervensi pasar karena kuota yang didapat tergolong kecil dibandingkan total produksi nasional.
"Problem dari Minyakita ini distribusinya karena Bulog sendiri hanya mendapatkan kuota 70 persen dari 35 persen pasar DMO (Domestic Market Obligation) seluruh produsen. Artinya, sekitar 65 persen sisanya masih disalurkan melalui jaringan distribusi produsen eksis (swasta)," ujar Sri Muniati.
Kondisi ini membuat Bulog kesulitan menjaga kontinuitas stok di pasar rakyat. Menurutnya, jika Bulog diberikan porsi penguasaan stok yang lebih besar, jaminan pasokan ke masyarakat akan lebih stabil dan berkelanjutan.
Menanggapi tingginya harga di tingkat konsumen, Sri menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan penyerapan maksimal sesuai regulasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Namun, kendala di tingkat hulu seperti ketersediaan bahan baku olein di industri minyak goreng diduga menjadi salah satu pemicu terhambatnya suplai.
Muniati berharap dengan pemerintah menambah jatah DMO yang dikelola BUMN Pangan (khususnya Bulog), stok selalu tersedia di pasar rakyat untuk meredam lonjakan harga. Ia juga berharap pemerintah membuka ruang lebih luas bagi Bulog untuk menyerap produksi dari berbagai vendor minyak goreng secara komersial.
"Pak Dirut Bulog juga sudah menyampaikan usulan ini. Kami yakin, jika Bulog menguasai stok Minyakita secara memadai, kita tentu akan bisa menjaga pasokan secara lebih kontinu ke pasar-pasar rakyat dan menekan harga kembali normal," katanya.
Saat ini, masyarakat sangat bergantung pada Minyakita sebagai alternatif minyak goreng terjangkau. Terhambatnya distribusi tidak hanya memicu kenaikan harga, tetapi juga memaksa warga beralih ke minyak goreng kemasan premium dengan harga yang jauh lebih mahal. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....