Tak Hanya Harga Melambung Tinggi, Minyakita Hilang dari Pasaran di Sragen
- 28 Apr 2026 21:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Harga jual minyak goreng subsidi program pemerintah, Minyakita kian meresahkan warga di Kabupaten Sragen. Tak hanya harganya yang melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), keberadaan stoknya kini mulai sulit ditemukan di pasar-pasar tradisional.
Berdasarkan pantauan di Pasar Bunder, Sragen para pedagang mengaku sudah lama tidak mendapatkan pasokan Minyakita. Kondisi ini memaksa masyarakat beralih ke minyak goreng kemasan bermerk dengan harga yang jauh lebih mahal.
Ibu Rusmini, salah satu pedagang sembako di Pasar Bunder, mengungkapkan bahwa pasokan Minyakita sudah terhenti cukup lama. Menurutnya, hilangnya produk tersebut dari lapak-lapak pedagang sudah terjadi sejak masa persiapan Lebaran lalu.
"Minyakita enggak ada. Sudah lama sekali kosong, sejak mau Lebaran itu. Sampai sekarang sales-nya juga sudah tidak datang lagi. Padahal waktu musim parsel kemarin, banyak yang cari tapi barangnya memang tidak ada," ujar Rusmini saat dikonfirmasi, Selasa 28 April.
| Baca juga: Membuat Minyak Kelapa Sendiri di Rumah |
Ia menambahkan, jika pun barang tersebut tersedia di distributor, harganya sudah tidak masuk akal. Satu karton Minyakita menyentuh angka Rp230.000 hingga Rp250.000. Secara hitungan kasar, harga per liternya bisa mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000, jauh melampaui aturan harga subsidi.
Keresahan pedagang dan pembeli tidak berhenti di minyak goreng. Rusmini membeberkan bahwa harga plastik kemasan melonjak drastis hingga 100 persen. Kenaikan ini berdampak domino pada harga kebutuhan lain yang harus dikemas ulang.
Tak hanya dua komoditas tersebut, harga Tepung Beras (500g) Naik dari Rp7.500 menjadi Rp8.500. Gula Pasir Curah Naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram.
Minyak Kemasan Merk Lain Harga per karton berkisar antara Rp250.000 hingga Rp265.000 (seperti SunCo dan Fortune). "Semua yang dibungkus plastik naik modalnya, biasanya naik sekitar Rp2.000 per kemasan karena harga plastiknya sendiri naik dua kali lipat," ucap Rusmini.
Kelangkaan ini dirasakan langsung oleh Rahayu, salah satu pembeli di Sragen. Ia mengaku kesulitan mencari Minyakita untuk kebutuhan sehari-hari. Baginya, harga minyak goreng yang menyentuh Rp20.000 per liter sangat memberatkan, terutama bagi para pelaku UMKM.
"Mencari Minyakita sekarang susah sekali di Sragen. Kalaupun ada, harganya sudah tembus Rp20.000," ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat pedagang gorengan dan pelaku UMKM kelimpungan karena modal produksi jadi bengkak, sementara mau menaikkan harga jual dagangan juga susah.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan operasi pasar atau pengecekan distribusi untuk memastikan ketersediaan Minyakita kembali normal dan harga kebutuhan pokok lainnya dapat terkendali. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....