Warga tanpa Vaksin Melonjak, Dinkes Hadapi Hoaks dan Penolakan Masyarakat
- 08 Mei 2026 15:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID – Surakarta - Angka warga yang belum mendapatkan vaksinasi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kembalinya wabah penyakit yang seharusnya dapat dicegah melalui imunisasi (PD3I).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, dr. Sri Subekti mengungkapkan, kelompok anak-anak menjadi sasaran yang paling banyak belum tervaksinasi. Menurutnya, faktor utama kendala ini adalah penolakan dari pihak orang tua.
"Penolakan tersebut dipicu berbagai faktor, mulai dari kekhawatiran efek samping, kurangnya pemahaman, hingga pengaruh keyakinan agama terkait isu kehalalan vaksin," ujar dr. Sri Subekti dalam dialog bersama RRI, Jumat 8 Mei 2026.
Ia juga menyoroti peran negatif media sosial yang memperparah situasi melalui penyebaran informasi palsu atau hoaks. Masih banyak masyarakat yang mempercayai mitos bahwa vaksin menyebabkan autisme, meski hal tersebut telah dibantah secara ilmiah dan melalui fatwa keagamaan.
Dampak dari penurunan cakupan imunisasi ini sangat serius. Risiko munculnya kembali wabah penyakit menular seperti campak, polio, difteri, hingga pneumonia kini semakin nyata.
Senada dengan hal tersebut, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit UNS Surakarta, dr. Aisya Fikritama Aditya menegaskan pentingnya vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Ia mengingatkan bahwa tanpa proteksi vaksin, anak-anak berada dalam posisi rentan.
"Tanpa vaksinasi, anak-anak lebih rentan terserang penyakit berat yang dapat menyebabkan komplikasi permanen hingga risiko kematian," kata dr. Aisya.
Menyikapi tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Sragen terus berupaya mengejar target cakupan vaksinasi. Langkah strategis yang diambil meliputi edukasi langsung atau penyuluhan masif di tingkat desa hingga lingkup RT.
Kemudian kolaborasi tokoh melibatkan tenaga kesehatan dan tokoh agama untuk memberikan pemahaman dari sisi medis maupun religi. Dan yang tak kalah penting jaminan kualitas, untuk memastikan seluruh vaksin aman, halal, dan didistribusikan sesuai standar rantai dingin (cold chain) yang ketat.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih cukup berat, terutama dalam membendung arus hoaks di media sosial. Pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi dan selalu merujuk pada sumber resmi atau tenaga medis kompeten demi kesehatan buah hati. Lidia/MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....