Pemerintah Tambah 3 Vaksin Wajib Nasional guna Tekan Kematian Bayi

  • 05 Mei 2026 19:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Program imunisasi nasional di Indonesia kini mengalami penguatan signifikan dengan penambahan tiga jenis vaksin baru yang diwajibkan bagi seluruh masyarakat.

Mulai tahun 2025, setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia wajib memberikan vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine), Rotavirus, dan HPV (Human Papillomavirus) secara bertahap kepada sasaran yang telah ditentukan.

Penambahan ini merupakan respons pemerintah dalam menekan angka kematian bayi yang mayoritas disebabkan oleh penyakit infeksi saluran pernapasan dan diare.

PIC Imunisasi Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) LPPM Universitas Diponegoro (UNDIP), Ayun Sriatmi, mengatakan vaksin PCV dan Rotavirus diberikan kepada bayi guna mencegah radang paru-paru serta diare berat yang sering menjadi pembunuh utama balita.

Sementara itu, vaksin HPV ditujukan khusus bagi anak perempuan kelas 5 SD dan kelas 9 untuk mencegah risiko kanker serviks di masa depan. Kehadiran tiga antigen baru ini melengkapi daftar imunisasi wajib yang sebelumnya sudah ada seperti polio, campak, dan DPT.

"Dua vaksin itu diberikan karena kita tahu bahwa salah satu penyebab utama kematian bayi dan balita kita itu kan terutama karena ISPA dan diare," ujar Ayun kepada rri.co.id, Selasa, 5 Mei 2026.

Transformasi program ini secara otomatis meningkatkan jumlah total dosis imunisasi dasar yang harus diterima oleh anak. Jika sebelumnya masyarakat hanya mengenal 11 jenis antigen, kini totalnya berkembang menjadi 18 dosis secara keseluruhan dengan adanya jadwal tambahan.

Misalnya, vaksin PCV dan Rotavirus yang masing-masing diberikan dalam tiga dosis, serta tambahan dosis IPV pada usia 9 bulan. Meskipun terdapat penambahan dosis, pemerintah menjamin seluruh rangkaian vaksinasi dalam program nasional ini diberikan secara gratis.

Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan logistik vaksin di tingkat fasilitas kesehatan primer agar masyarakat mudah mengaksesnya. Sosialisasi intensif pun terus dilakukan mengingat banyaknya perubahan jadwal dan jenis vaksin yang mungkin belum sepenuhnya dipahami orang tua.

"Jadi selain vaksin-vaksin yang sudah ada ini pemerintah nambahi lagi tiga jenis antigen. Sekarang totalnya jadi delapan belas dosis secara total," kata Ayun menambahkan.

Dukungan lintas sektor termasuk media massa sangat diharapkan untuk membantu memperluas informasi mengenai manfaat perlindungan dari vaksin-vaksin baru ini. Kesediaan orang tua untuk membawa anak ke posyandu atau puskesmas menjadi penentu keberhasilan program nasional ini.

Melalui langkah preventif ini, diharapkan angka harapan hidup anak Indonesia dapat meningkat secara merata di seluruh wilayah. (Dania/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....